Turis Indonesia Kini Lebih Mandiri Wisata ke Jepang

Kompas.com - 25/08/2017, 15:17 WIB
Karuizawa Prince Ski Resort di Prefektur Nagano, Jepang, Jumat (2/12/2016). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAKaruizawa Prince Ski Resort di Prefektur Nagano, Jepang, Jumat (2/12/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Turis Indonesia kini lebih mandiri ketika berlibur ke Jepang. Jumlah turis mandiri (Free Individual Traveler/FIT) lebih mendominasi dibanding turis yang berlibur dengan paket wisata.

"Dari pertengahan tahun lalu itu naik (Free Individual Traveler). Itu naik secara signifikan. Jumlah itu terlihat dari data maskapai. Mereka punya data penumpang yang liburan sendiri dan pakai paket wisata," kata Manager Japan National Tourism Organization, Kristiana Susanti seusai jumpa pers Japan Travel Fair 2017 di Jakarta, Kamis (24/8/2017).

(BACA: Di Japan Travel Fair, Ada Tiket PP ke Jepang Mulai Rp 3.997.960)

Ia mengatakan fenomena berwisata secara FIT berkisar lebih dari 10 persen dari total kunjungan turis Indonesia. Ada pun jumlah kunjungan turis Indonesia ke Jepang tahun lalu sebanyak 270.000 orang.

"Itu juga kelihatan ya saat di kantor JNTO. Biasanya di kantor yang datang bertanya itu satu orang sehari. Sekarang bisa ada tiga sampai empat orang per hari," ujarnya.

Suasana sakura mekar pada musim semi tampak indah, menjadikannya sebagai salah satu unggulan atraksi wisata alam wilayah Tohoku, Jepang. Tampak sakura bermekaran di Taman Hirosaki, Prefektur Aomori.KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Suasana sakura mekar pada musim semi tampak indah, menjadikannya sebagai salah satu unggulan atraksi wisata alam wilayah Tohoku, Jepang. Tampak sakura bermekaran di Taman Hirosaki, Prefektur Aomori.
Marketing Communication Manager, Dwidaya Tour, Yanty Wijaya mengatakan pertumbuhan FIT turis Indonesia hingga pertengahan tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016.

(BACA: Cek Lagi, karena Jepang Tak Cuma Tokyo...)

Sementara, dari total kunjungan turis Indonesia ke Jepang via Dwidaya Tour yang membeli paket wisata sebanyak 15 persen. "Sebanyak 85 persen FIT. Jadi memang FIT (turis Indonesia) cukup tinggi sekali," kata Yanty saat dihubungi KompasTravel, Kamis (24/8/2017).

Yanty menyebut tren FIT turis Indonesia yang tinggi ke Jepang sudah dirasakan sejak dua tahun yang lalu. Meski terjadi tren demikian, paket wisata ke Jepang diakuinya masih diminati oleh turis Indonesia lantaran segmen pasar yang berbeda.

(BACA: Yumomi, Tradisi Mendinginkan Air Panas di Kusatsu Onsen)

"Kenapa FIT turis Indonesia ke Jepang itu naik? Semua airlines berlomba-lomba ngasih penawaran harga tiket yang cukup best deal. Istilahnya dengan modal Rp 4 juta saja sekarang wisatawan bisa berangkat ke Jepang. FIT memang banyak dinikmati oleh kalangan anak muda juga young family," ujarnya.

Distrik Shinjuku di Tokyo, Jepang.KOMPAS/WINDORO ADI Distrik Shinjuku di Tokyo, Jepang.
Faktor lain yang mendukung turis Indonesia lebih mandiri ke Jepang adalah promosi pariwisata yang gencar dilakukan oleh JNTO. Kemudahan transportasi antar kota di Jepang juga dinilai turut berkontribusi atas tren turis Indonesia yang lebih mandiri.

"Kemudahan transportasi antar kota dengan menggunakan Japan Rail Pass yang bikin wisatawan mau bolak balik ke sana. Seperti yang kita tahu, destinasi di Jepang cukup banyak sekali, Tokyo, Kyoto, Osaka sampe ke Nagoya," kata Yanti.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X