Kompas.com - 27/08/2017, 20:06 WIB
Bubur jamu coro KOMPAS.com (ARI WIDODO)Bubur jamu coro
|
EditorSri Anindiati Nursastri

Salah seorang pembeli, Endang (25) warga perumahan Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Demak, mengatakan bahwa keluarganya sudah mengonsumsi jamu coro sejak masih muda.

"Kalau pulang kerja selalu beli buat saya dan suami. Kalau habis mengkonsumsi bubur jamu coro langsung segar,  apalagi selepas kerja shift malam. Bisa menjaga kesegaran tubuh, bangun tidur badan kembali segar," tuturnya.

Sementara itu, Sumarti (59), warga Karangsari Kecamatan Karangtengah mengaku dirinya ketagihan setelah mencicipi bubur jamu coro.

"Awalnya sih ndak doyan Mas, kan liat warnanya kayak air sungai berlumpur. Tapi begitu nyicipi, eh malah jadi ketagihan. Di tempat asal saya kayaknya ndak ada,"u ngkap pendatang asal Pemalang itu.

Bubur Jamu coro akan terasa nikmat jika saat dihidangkan ditambah santan, kinca (air rebusan gula merah) dan merica bubuk. Sensasinya luar biasa. Bubur coro yang berisi bubur tepung dan jamu coro itu juga bisa dijual terpisah. Anda bisa membeli bubur saja dengan variasi kinca dan santan, atau jamu coro saja ditambah merica. Pedasnya akan terasa. Jamu coro ini diklaim bisa mengobati kembung dan masuk angin karena hangat di perut.

"Diminum langsung selagi hangat tetep nikmat. Kalau saya sih sukanya pake buburnya. Menu pagi sarapan sehat ya bubur jamu coro ini, " ujarnya.

Nah, anda yang melintas di jalur Pantura, tak ada salahnya singgah di Demak dan menikmati bubur jamu coro, kuliner asli Jawa yang melegenda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X