Ini Alasan Pulau Tabuhan Jadi Surga Baru Penggemar Kite Surfing

Kompas.com - 29/08/2017, 20:09 WIB
Seorang atlet sedang meluncur di perairan Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur. KOMPAS.com/IRA RACHMAWATISeorang atlet sedang meluncur di perairan Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur.
|
EditorI Made Asdhiana

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pulau Tabuhan yang berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menjadi surga baru bagi penggemar kite surfing. Pasalnya pulau yang memiliki luas 5 hektar tersebut memiliki kecepatan angin yang cukup kencang dan konstan antara 21 sampai 25 knot.

Itulah yang menjadi salah satu alasan diselenggarakannya International Kite and Wind Surfing di pulau tak berpenghuni dan berpasir putih tersebut, Minggu (27/8/2017).

(BACA: Kite and Windsurfing di Pulau Tabuhan Banyuwangi Diikuti 13 Negara)

"Saya yakin akan banyak penggemar olahraga kite surfing yang akan datang ke Pulau Tabuhan karena selain tempatnya private juga anginnya cukup kencang dan stabil. Ini penting buat penggemar olahraga ini," kata Ketut, salah satu panitia penyelenggara yang berasal dari Bali Kite Surfing School kepada Kompas.com, Minggu (27/8/2017).

Ia mengatakan standar minimal kecepatan angin untuk olahraga kite surfing adalah 11 knot sedangkan saat mengukur kecepatan angin di Pulau Tabuhan selalu di atas 20 knot terutama di bulan Agustus.

"Selain itu juga tidak naik-turun kecepatannya karena jika terjadi berbahaya buat para atlet," katanya.

(BACA: Dari Mistik ke Majestic, Kemenpar Promosikan Banyuwangi sampai Eropa)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini, menurut Ketut, para penggemar kite surfing biasanya berlatih di Bali dan Sumbawa. Kedua tempat tersebut menjadi tempat favorit bagi para kite surfer baik yang berasal dari Indonesia maupun dari mancanegara.

Sementara itu Narapichit Pudla asal Thailand, salah satu peserta kompetisi mengatakan Pulau Tabuhan adalah tempat ketiga yang dia datangi di Indonesia untuk berselancar angin selain Bali dan Pulau Bintan.

Dia berkunjung ke Pulau Tabuhan pertama kali pada tahun 2015 di ajang International Kite and Wind Surfing yang pertama kali digelar. "Di sini anginnya stabil dan kencang sehingga saya mudah untuk atraksi," katanya.

International Kite and Wide Surfing di Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (27/8/2017).KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI International Kite and Wide Surfing di Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (27/8/2017).
Menurut pemenang juara kedua kategori freestyle di kompetisi pada tahun 2015, Narapichit biasanya berselancar angin dengan kecepatan di bawah 20 knot, salah satunya di Pulau Sam Roi Yod yang berjarak 112 kilometer dari Thailand.

"Di sana rata-rata kecepatan anginnya 13 dan harus menempuh perjalanan laut yang cukup lama bisa 3 jam antar pulau," katanya.

Pulau Tabuhan merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang masuk Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Hanya diperlukan waktu 20 menit untuk menuju ke Pulau Tabuhan dengan menggunakan perahu motor dari perairan Pantai Bangsring. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Travel Update
Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Jalan Jalan
5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

Jalan Jalan
Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.