Kompas.com - 05/09/2017, 10:15 WIB
Turis Amerika sedang menikmati matahari terbenam di Bukit Silvia Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/8/2017). KOMPAS.COM/MARKUS MAKURTuris Amerika sedang menikmati matahari terbenam di Bukit Silvia Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/8/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Jangan pernah menyebut diri pulang dari Pulau Flores kalau tidak pernah menyaksikan senja di Ujung Barat Pulau Flores.

Penjelajahan dari perkampungan Wajur, Desa Wajur, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, Flores, NTT dari Kamis (24/8/2017) sampai Jumat (25/8/2017) berakhir dengan menyaksikan senja yang unik di kampung itu.

Saya terus mengejar senja itu ke Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (26/8/2017).

(BACA: Apa yang Menarik di Alor? Menikmati Sunset dari Bukit Hulnani)

Namun, upaya itu tidak terpenuhi hari itu karena saya berangkat dari Kampung Wajur dengan bus kayu, orang lokal menyebut Oto Colt menuju ke Ruteng.

Matahari terbenam di Labuan Bajo dilihat dari Restoran Paradise, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2018). Matahari terbenam menjadi salah satu ikon pariwisata di Manggarai Barat.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Matahari terbenam di Labuan Bajo dilihat dari Restoran Paradise, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2018). Matahari terbenam menjadi salah satu ikon pariwisata di Manggarai Barat.
Selanjutnya dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai menuju ke Labuan Bajo dengan bus Gunung Mas.

Saya berangkat dari Kota Ruteng menuju Labuan Bajo, jam 11.00 Wita. Sewa bus eksekutif dari Kota Ruteng menuju ke Labuan Bajo Rp 110.000 per orang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(BACA: Mengejar Senja di Kampung Wajur Flores)

Saya tiba pertama di rumah Baku Peduli di Nggorang, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo untuk bertemu dengan beberapa staf di lembaga itu.

Kami berbincang-bincang lama tentang perkembangan pariwisata di Manggarai Barat, tentang persiapan pemilihan kepala daerah di beberapa kabupaten di Pulau Flores serta figur-figur orang Flores yang maju menjadi bakal calon kepala daerah.

Turis asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores.
Kami juga berbincang-bincang seputar pemilihan kepala daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan berbagai figur yang maju.

(BACA: Turis Belgia Kagumi Alam dan Budaya di Flores)

Setelah berbincang lama di lembaga itu, saya terus melanjutkan perjalanan menuju ke Kantor Balai Taman Nasional Komodo untuk mengurus surah izin masuk konservasi (SIMAKSI) di Taman Nasional Komodo.

Saya mengurus SIMAKSI untuk keperluan bagi tim Kompas yang melakukan ekspedisi terumbu karang di kawasan perairan Manggarai barat, khusus di kawasan Taman Nasional Komodo maupun di luar kawasan tersebut.

(BACA: Serunya Berburu Sunset di Candi Plaosan)

Sabtu malam saya tidur di Rumah Kreasi. Rumah Kreasi adalah tempat orang-orang muda berkreasi yang didampingi oleh Lembaga Sunspirit For Justice bersama dengan kelompok muda dan aktivis di Labuan Bajo.

Turis asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores.
Minggu (26/8/2017), saya bersama Pak Fajar menjemput tim Kompas di Bandara Udara Komodo pukul 14.50 Wita. Tim Kompas menginap di Hotel Komodo Boutik di kawasan Sernaru Labuan Bajo.

Setelah menyimpan barang-barang, tim Kompas bersama dengan saya dan Pak Fajar bergegas menuju ke Restoran Paradise untuk melihat senja di perairan Labuan Bajo. Matahari berpulang pada hari itu di perairan Manggarai Barat, sejauh mata memandang.

Sejauh mata memandang, senja di Ujung Barat Pulau Flores sungguh unik, di mana matahari yang bulat itu terlihat menyentuh air laut.

Sekitar 30 wisatawan asing yang memadati restoran sambil minum kopi flores atau minum-minuman sesuai dengan selera dari tamu yang berkunjung.

Turis asing yang berwisata di Manggarai Barat sedang menikmati matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores yang dilihat dari Restoran Paradise, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Minggu (27/8/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis asing yang berwisata di Manggarai Barat sedang menikmati matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores yang dilihat dari Restoran Paradise, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Minggu (27/8/2017).
Wisatawan asing memilih minum bir, sedangkan wisatawan Nusantara memilih minum kopi dan jus sesuai dengan selera masing-masing. Manusia itu makhluk berselera. Setiap manusia memiliki selera masing-masing.

Namun, saat senja tiba di ujung barat Pulau Flores, semua terarah untuk menyaksikan keajaiban ciptaan Tuhan.

Tepat pukul 17.30 Wita, matahari terbenam di ujung barat Flores. Terlihat matahari yang bulat dengan warna kemerah-merahan menyentuh air laut sejauh mata memandang.

Banyak tamu berbincang-bincang bahwa keunikan matahari terbenam yang dilihat dari pesisir Labuan Bajo adalah saat bulatan matahari terlihat menyentuh air laut.

Keunikan teluk Labuan Bajo saat matahari terbenam, Minggu (27/8/2017). Ratusan kapal nelayan memadati teluk Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Keunikan teluk Labuan Bajo saat matahari terbenam, Minggu (27/8/2017). Ratusan kapal nelayan memadati teluk Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT.
Tak terkecuali, fotografer, serta wisatawan yang membawa kamera juga yang membawa handphone mengabadikan keunikan matahari terbenam.

Tamu-tamu berswafoto dengan latar belakang matahari terbenam. Hari itu matahari pulang dan diganti dengan kegelapan malam.

Saat matahari terbenam, wisatawan asing dan Nusantara bergegas kembali ke penginapan masing-masing.

Paradise tempat melihat matahari pulang

Restoran Paradise yang terletak di pinggir Pantai Labuan Bajo menjadi tempat favorit dari wisatawan asing dan Nusantara untuk menyaksikan senja yang pulang di ujung barat Flores.

Teluk Waerana Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, saat matahari terbenam. Pulau-pulau kecil di sekitarnya terlihat sangat unik, Senin (28/8/2017). KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Teluk Waerana Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, saat matahari terbenam. Pulau-pulau kecil di sekitarnya terlihat sangat unik, Senin (28/8/2017).
Fajar, warga Labuan Bajo kepada KompasTravel, Minggu (26/8/2017) menjelaskan, pesisir Labuan Bajo sangat baik untuk menyaksikan keunikan matahari terbenam.

Salah satu ikon pariwisata di Manggarai Barat yang disukai oleh wisatawan asing dan Nusantara adalah menyaksikan matahari terbenam.

“Saya sering mengantar tamu untuk berswafoto di Restoran Paradise. Juga di sejumlah tempat di pesisir Labuan Bajo. Orang asing sangat suka dengan keunikan matahari berpulang di ujung barat Pulau Flores,” tuturnya.

Setelah menyaksikan matahari terbenam dari Restoran Paradise, kami lanjut wisata kuliner untuk makan malam.

Matahari menyentuh air laut di ujung barat Pulau Flores saat terbenam, Senin (28/8/2017). Ini merupakan salah satu keunikan saat matahari terbenam di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Matahari menyentuh air laut di ujung barat Pulau Flores saat terbenam, Senin (28/8/2017). Ini merupakan salah satu keunikan saat matahari terbenam di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Tim Kompas sangat kaget dan heran melihat ikan-ikan yang berlimpah di kawasan wisata kuliner Labuan Bajo. Menu malam itu adalah makan ikan bakar dan cumi-cumi serta ikan kuah dan goreng. Ikannya sangat besar dan enak.

Senin (28/8/2017), tim ekspedisi terumbu karang berangkat dengan kapal Komodo Escape. Sementara satu tim lagi berada di Kota Labuan Bajo untuk menjelajahi dan mencari informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan Taman Nasional Komodo dan Pariwisata di Manggarai Barat.

Pukul 17.30 Wita, kami kembali melihat dan menyaksikan matahari terbenam dari Bukit Silvia. Di bukit itu terpasang bendera Merah Putih yang terus berkibar.

Sejumlah wisatawan asing dijumpai di bukit itu untuk menyaksikan matahari terbenam. Di bukit Silvia, kami bertemu dengan teman, Boeklana Muhammad yang mengantar tamunya dari Colorado, Amerika Serikat maupun orang Indonesia.

Turis asing mendaki bukit Silvia di Labuan Bajo untuk menikmati senja di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/8/2017). Di bukit itu berkibar bendera Merah Putih. Bukit Silvia merupakan salah satu bukit di pesisir Labuan Bajo untuk menikmati matahari terbenam. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis asing mendaki bukit Silvia di Labuan Bajo untuk menikmati senja di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/8/2017). Di bukit itu berkibar bendera Merah Putih. Bukit Silvia merupakan salah satu bukit di pesisir Labuan Bajo untuk menikmati matahari terbenam.
Golo Cucu tempat terbaik melihat matahari terbenam

Saat ditemui di rumahnya, Ketua Perhimpunan Hotel, Restoran Republik Indonesia (PHRI) Cabang Manggarai Barat, Silvester Wangge kepada KompasTravel, Senin (28/8/2017) menjelaskan, salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan dan melihat matahari terbenam di pesisir Labuan Bajo adalah Bukit Cinta.

Namun orang lokal Manggarai menyebut bukit itu adalah Golo Cucu. Golo itu bukit dan Cucu itu payudara perempuan karena bentuk bukit itu seperti payudara.

Wangge menjelaskan, kisah menamakan Bukit Cinta bahwa kawasan lereng bukit itu tempat penggembalaan sapi.

Konon, penggembala sapi diLabuan Bajo saat pergi menggembalakan sapinya di kawasan lereng bukit itu selalu melihat anak-anak muda dari berbagai tempat di Labuan Bajo berpacaran di bukit tersebut.

Turis mancanegara berswafoto di Bukit Silvia saat matahari terbenam, Senin (28/8/2017). Bukit Silvia sebagai salah satu bukit terbaik di pesisir Labuan Bajo untuk menikmati keindahan senja di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis mancanegara berswafoto di Bukit Silvia saat matahari terbenam, Senin (28/8/2017). Bukit Silvia sebagai salah satu bukit terbaik di pesisir Labuan Bajo untuk menikmati keindahan senja di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Jadi penggembala memberi nama bukit itu adalah Bukit Cinta hingga hari ini sampai seterusnya.

"Banyak yang unik di Manggarai Barat selain binatang Komodo. Alam, budaya dan kawasan baharinya juga sangat unik. Itulah daya tarik untuk menggaet wisatawan asing dan Nusantara terus berkunjung ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Pulau Flores," kata Wangge.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X