Dorong Pramugari, Ini Kronologi Penurunan Penumpang dari Pesawat Citilink

Kompas.com - 05/09/2017, 16:19 WIB
Penumpang turun dari pesawat Airbus A320 maskapai Citilink saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hassanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2017). Maskapai Citilink Indonesia membuka rute penerbangan baru Gorontalo-Jakarta via Makassar sebagai upaya memperluas konektivitas penerbangan di wilayah Nusantara, sekaligus mendukung upaya percepatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Gorontalo. ANTARA FOTO/Adiwinata SolihinPenumpang turun dari pesawat Airbus A320 maskapai Citilink saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hassanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2017). Maskapai Citilink Indonesia membuka rute penerbangan baru Gorontalo-Jakarta via Makassar sebagai upaya memperluas konektivitas penerbangan di wilayah Nusantara, sekaligus mendukung upaya percepatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Gorontalo.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com – Baru-baru ini beredar kasus penurunan penumpang dari pesawat Citilink di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Alasan utamanya adalah karena penumpang diduga mendorong pramugari Citilink.

Vice President Citilink Indonesia Benny S Butarbutar berkomentar tentang insiden penurunan penumpang dalam penerbangan QG 837 rute Kualanmu (Medan) – Cengkareng, Tangerang, pada Senin (4/9) pukul 09.40 WIB. Menurut Benny, langkah penurunan penumpang tersebut sudah sesuai dengan ketentuan penerbangan.

Benny menyebutkan kejadian tersebut memang telah menyebabkan terjadinya keterlambatan penerbangan sekitar satu jam.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, penurunan penumpang terjadi saat proses boarding ke dalam pesawat. Insiden berawal dari cekcok mulut antara penumpang pria yang duduk di barisan kursi depan dengan pramugari Citilink Indonesia terkait barang bawaan penumpang yang diketahui melebihi ketentuan penerbangan. Tidak terima atas pemberitahuan dari awak kabin, penumpang tersebut tiba-tiba saja mendorong pramugari,” kata Benny dalam keterangan pers yang diterima KompasTravel, Selasa (5/9/2017).

Benny menjelaskan bahwa pramugari merasa mendapat perlakukan tidak semestinya. Sang pramugari pun segera melapor kepada kapten pilot.

Kemudian, pilot segera mengambil tindakan sesuai prosedur operasi standar (SOP) dengan menurunkan penumpang tersebut agar penerbangan dapat segera dilanjutkan, mengingat para penumpang lainnya meminta untuk pesawat segera lepas landas.

“Kebijakan menurunkan penumpang memang sudah semestinya jika kapten pilot menilai ada hal yang dapat menganggu jalannya penerbangan. Sedangkan penumpang yang bersangkutan awalnya tidak mau diturunkan, namun akhirnya tetap bisa diturunkan,” katanya.

Benny melanjutkan, kedua penumpang yang duduk di kursi 1E dan 1F diturunkan dengan didampingi petugas keamanan penerbangan setempat (Avsec), petugas keamanan Gapura serta staf Citilink Indonesia.

Kedua penumpang itu kemudian turun dari pesawat bersama barang bawaannya dan kapten pilot segera memulai proses penerbangan selanjutnya.

"Penerbangan QG 837 yang mengangkut 147 penumpang itu seharusnya berangkat pukul 09.25 WIB, namun akhirnya baru terbang pada pukul 10.30 WIB dan mendarat dengan aman di Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng, pada pukul 12.47 WIB," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri Rimon Sianipar dan Nursydha Sihombing diturunkan dari pesawat milik maskapai Citilink penerbangan QG 0837 tujuan Bandara Soekarno Hatta pada Senin (4/9/2017) siang.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, keributan antara penumpang dan awak kabin sesaat hendak take off di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mengakibatkan terjadinya penundaan terbang hingga lebih dari satu jam.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sunyi Bunyi, Lukisan Enam Kisah Obyek Bersejarah di Karawang

Sunyi Bunyi, Lukisan Enam Kisah Obyek Bersejarah di Karawang

Jalan Jalan
Tour de Borobudur Kembali Digelar, Ajak Pesepeda dari Ragam Profesi

Tour de Borobudur Kembali Digelar, Ajak Pesepeda dari Ragam Profesi

Whats Hot
Cari Hotel Murah? Ada Promo Hotel Mulai Rp 99.000 dari Tiket.com

Cari Hotel Murah? Ada Promo Hotel Mulai Rp 99.000 dari Tiket.com

Promo Diskon
Promo Staycation di Palembang, Hotel Berbintang Hanya Rp 300.000

Promo Staycation di Palembang, Hotel Berbintang Hanya Rp 300.000

Promo Diskon
Travel Agent TN Tanjung Puting Terpaksa Jual Kelotok, Babak Belur Dihantam Pandemi

Travel Agent TN Tanjung Puting Terpaksa Jual Kelotok, Babak Belur Dihantam Pandemi

Whats Hot
Wisata Banjarmasin Ditarget Tutup Sampai Akhir Tahun

Wisata Banjarmasin Ditarget Tutup Sampai Akhir Tahun

Whats Hot
KAI Bagi-bagi Tiket Gratis dan Diskon 75 Persen, Simak Cara Dapatnya

KAI Bagi-bagi Tiket Gratis dan Diskon 75 Persen, Simak Cara Dapatnya

Promo Diskon
Eropa Buka Perbatasan untuk Beberapa Negara, Indonesia Belum Diizinkan

Eropa Buka Perbatasan untuk Beberapa Negara, Indonesia Belum Diizinkan

Whats Hot
Di Mana Bandara Paling Sibuk Selama Pandemi Covid-19?

Di Mana Bandara Paling Sibuk Selama Pandemi Covid-19?

Whats Hot
Wisata ke Pantai Duta Wisata Lampung, Beli Ikan Segar dari Nelayan

Wisata ke Pantai Duta Wisata Lampung, Beli Ikan Segar dari Nelayan

Jalan Jalan
Wisata Bukit Lawang Sumut, Lihat Orangutan hingga Masuk Goa Kelelawar

Wisata Bukit Lawang Sumut, Lihat Orangutan hingga Masuk Goa Kelelawar

Jalan Jalan
Dilarang Berenang, Ini Aktivitas Wisata Menarik di Pantai Goa Cemara

Dilarang Berenang, Ini Aktivitas Wisata Menarik di Pantai Goa Cemara

Travel Tips
Dilarang Berenang di Pantai Selatan Yogyakarta, Apa Alasannya?

Dilarang Berenang di Pantai Selatan Yogyakarta, Apa Alasannya?

Whats Hot
Catat, Ini Sanksi Pendaki Gunung Sindoro jika Buang Sampah Sembarangan

Catat, Ini Sanksi Pendaki Gunung Sindoro jika Buang Sampah Sembarangan

Whats Hot
Benarkah Pendaki Gunung Sindoro Wajib Bawa Surat Kesehatan dari Basecamp?

Benarkah Pendaki Gunung Sindoro Wajib Bawa Surat Kesehatan dari Basecamp?

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X