Kompas.com - 09/09/2017, 09:39 WIB
|
EditorSri Noviyanti


MAKASSAR, KOMPAS.com –
 Air liur sudah sampai ujung lidah saat kaki berpijak di tanah Makassar. Terbayang dalam benak lezatnya coto dan palubasa lengkap dengan buras yang mungkin bisa dinikmati dalam satu jam ke depan. 


Ya, makanan khas berkuah itu memang jadi kuliner andalan Kota Daeng. Rempah dalam kuah rasanya sudah memanggil-manggil kaki untuk segera datang ke warung makan yang menyediakannya.

Namun, sebenarnya tahukah Anda bahwa makanan lezat di Makassar tak sekadar coto dan palubasa saja. Kalau memang suka makanan berkuah, Anda bisa menikmati Sup Lidah.

Sesuai namanya, sup ini berisikan lidah sapi yang diolah dan diracik ke dalam sebuah kuah bening yang hangat karena kaya akan rempah-rempah. Di Makassar, sajian ini bisa didapatkan di warung makan Sup Lidah Lamuru.

"(Sup Lidah Lamuru) sudah berdiri sejak 1960-an,” ujar pemilik warung makan Rinawati kepada Kompas.com, Kamis (7/9/2017).

Rinawati bercerita bahwa dirinya adalah generasi ketiga yang meneruskan usaha ini. Lamuru sendiri diambil dari nama jalan cabang pertama warung dibuka, yakni Jalan Lamuru di Makassar.

Sepengamatan Kompas.com, warung itu selalu penuh. Terlebih lagi saat waktu makan siang dan malam tiba. Kata pemiliknya, dalam satu hari paling tidak ada 500 orang yang mengunjungi rumah makan itu. 

Adapun dua menu yang menjadi favorit pengunjung adalah sup lidah dan sup campur. Sup lidah adalah yang paling favorit.

Meski demikian, sup campur tak kalah enak. Isinya adalah campuran beberapa bagian tubuh sapi. Di antaranya lidah, pipi, jantung, hati, paru, dan daging sapi.

Mendatangkan selera

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.