Kompas.com - 14/09/2017, 09:08 WIB
Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintenance Facilities (GMF), Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintenance Facilities (GMF), Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia.
|
EditorI Made Asdhiana

BANTEN, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia membidik pasar pariwisata China dan India untuk pengembangan rute penerbangan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Niaga AirAsia Indonesia, Rifai Taberi seusai peresmian "Pesawat bercorak Indonesia" di Garuda Maintenance Facilities, Banten, Rabu (13/9/2017).

"Destinasi China dan India (menarik) walaupun saat ini baru tahap eksplor. Tahun ini kami membuka rute Denpasar-Kalkuta," kata Rifai.

(BACA: Setelah Makau, AirAsia Akan Terbang Langsung dari India ke Indonesia)

Menurut Rifai, pihaknya terus berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata RI terkait pasar-pasar potensial wisatawan mancanegara. Hal itu, lanjutnya, karena dalam pariwisata harus saling bekerja sama.

"Karena pariwisata itu ekosistem ya. Kita tak bisa jalan sendiri maka dari itu kita banyak program kerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Di mana tren yang sedang baik pariwisata untuk Indonesia. Itulah yang kita lakukan. Saat ini, ya memang kita sedang eksplor potensi China dan India sebagai dua destinasi yang menarik," tambahnya.

(BACA: Jumlah Wisman ke Bali Naik Signifikan, China Nomor Satu)

Rifai menjelaskan, dua kota di India yang berpotensi untuk dibidik seperti Bangalore dan New Delhi. Hal itu mengingat kondisi ekonomi di tingkat global cenderung membaik.

Jalan raya di New Delhi, India.KOMPAS.COM/ICHA RASTIKA Jalan raya di New Delhi, India.
"India itu terjadi year on year naik 30 persen. Untuk rute India memang inbound. Artinya banyak yang ke Denpasar. Load factor dari Mumbai itu 84 persen," katanya.

Berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata, ada 237.990 orang wisatawan India yang datang ke Indonesia tahun 2014. Pada tahun 2015 ada 293.415 wisatawan India berkunjung dan 376.802 pada tahun 2016.

Sementara, untuk wisatawan China ada 1.141.330 yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2015. Sementara, pada tahun 2016 tercatat1.452.971 wisatawan China yang ke Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X