Kompas.com - 14/09/2017, 14:10 WIB
Tugiyem (51) dan suaminya Marimin (58), penjual sate kere di Kota Solo, Jawa Tengah. KOMPAS.com/ Lulu Cinantya MahendraTugiyem (51) dan suaminya Marimin (58), penjual sate kere di Kota Solo, Jawa Tengah.
|
EditorI Made Asdhiana

 SOLO, KOMPAS.com - Saya tak akan percaya jika melihat gerobak Sate Kere Mbak Tug yang mangkal di dinding tembok tempat parkir.

Kalau saja teman saya yang orang Solo asli tak menyebutkan patokan lokasi, saya pasti akan melewatkan gerobak sederhana yang ditutupi mobil-mobil mewah tersebut. Itulah gerobak sate kere langganan keluarga Presiden Joko Widodo.

"Saya itu jual sate sudah lama, dari tahun 1979. Pertamanya saya jual jamu, tidak bagus akhirnya saya buat sate jualnya keliling," cerita Tugiyem (55) saat ditemui KompasTravel di lokasinya berjualan, Minggu (3/9/2017).

(BACA: Sate Kere, Lambang Kreativitas di Zaman Penjajahan)

Berjualan keliling, otomatis Tugiyem sulit dicari. Alhasil Jokowi memberi Tugiyem sebuah gerobak berbahan besi ringan. Gerobak tersebut kini digunakan Tugiyem untuk berjualan di Jalan Arifin 63, tepatnya di parkiran Depot Es Nini Thowong.

Tugiyem mengaku sebenarnya Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi sempat menawarkan kios agar ia dapat berjualan di tempat yang lebih layak.

"Saya tidak mau, takut tidak laku kalau pindah ke kios. Gibran bilang sama saya nggak mungkin nggak laku, sate saya enak banyak dicari orang," kata Tugiyem.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(BACA: Jokowi, Obama, Bakso, dan Teh Hangat...)

Marimin (58), suami Tugiyem menyebut istrinya ini manusia langka. Diberi kios tak mau, diajak ke Kalimantan untuk ikut pameran kuliner juga tak mau.

Alasannya Tugiyem takut naik pesawat. Meskipun Tugiyem sebenarnya sudah diajak ke Jakarta oleh Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo, dalam rangka memperkenalkan kuliner Solo.

Sate kere buatan Mbak Tugiyem di Solo, Jawa Tengah. Sate ini merupakan kegemaran Presiden RI, Joko Widodo.KOMPAS.com/ Lulu Cinantya Mahendra Sate kere buatan Mbak Tugiyem di Solo, Jawa Tengah. Sate ini merupakan kegemaran Presiden RI, Joko Widodo.
Saat ditanya adakah perbedaan dengan Jokowi setelah menjadi presiden, Tugiyem menjawab, "Ya pasti ada, kalau sekarang tidak mungkin presiden yang ke sini. Saya yang diundang ke rumahnya".

Jokowi dan keluarga masih menjadi pelanggan setia sate kere buatannya hingga saat ini. Jika ada acara di kediaman Jokowi yang berada di Solo, Tugiyem pasti diundang. Sampai Paspampres sudah hafal dengan Tugiyem.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan istrinya, Selvi Ananda juga masih sering membeli sate kere Tugiyem. Jika tak dibungkus untuk dibawa pulang, Gibran dan Selvi biasa menyantap sate buatan Tugiyem di mobil.

Tugiyem sendiri kini sudah berpuas dengan usaha satenya. Dalam satu hari, di akhir pekan ia bisa mendapat penghasilan Rp 2 juta dari berjualan sate. Ia dan suami sudah bersiap untuk hari tua dengan menyewakan kamar-kamar kos.

Namun satu impian Tugiyem yang belum kesampaian. "Saya belum pernah diundang ke Istana Negara, mau juga kalau ke sana," katanya dengan senyum mengembang dikepung pembeli yang terus berdatangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.