Selain Komodo, Pink Beach di Flores Juga Memikat Wisatawan

Kompas.com - 14/09/2017, 19:47 WIB
Wisatawan berjalan-jalan di pasir Pink Beach di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017). KOMPAS.COM/MARKUS MAKURWisatawan berjalan-jalan di pasir Pink Beach di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

Sementara Ivan Nestorman, musisi asal Flores kepada KompasTravel mengungkapkan, keajaiban Komodo sudah memikat wisatawan global untuk terus berkunjung di kawasan itu.

Ada dua tempat di kawasan Taman Nasional Komodo untuk melihat Komodo, yakni Loh Buaya (Teluk Buaya) di Pulau Rinca dan Loh Liang di Pulau Komodo.

Bukan hanya binatang Komodo menjadi tujuan wisatawan datang, melainkan keindahan alam, panorama alam dan keindahan dan keunikan bawah laut di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Banyak wisatawan mancanegara dan Nusantara berkunjung ke Manggarai Barat untuk menyelam, snorkeling serta trekking di kawasan Taman Nasional Komodo. Dari sekian wisatawan itu, ada dive master yang memotret kawasan bawah laut di kawasan Taman Nasional Komodo. Kawasan itu sangat cocok untuk wisatawan minat khusus yang tertarik di alam, dan binatang Komodo maupun keunikan dan keindahan bawah laut di kawasan itu," katanya.

Menurut Nestorman, ada sejumlah spot menyelam yang diminati wisatawan seperti spot Pulau Pink Beach, Manta Point dan Makassar Point, kawasan Batubolong serta kawasan pulau Kanawa.

"Saya kagum dengan keajaiban yang dianugerahkan Sang Pencipta bagi Indonesia pada umumnya dan bagi Manggarai Barat khususnya," katanya.

Nestorman berada di Manggarai Barat untuk melakukan shooting film dengan tema “Cerita destinasi” dari Kementerian Pariwisata RI. Dia adalah salah satu musisi yang sukses mempromosikan pariwisata Flores ke berbagai negara Eropa selama ini.

"Saya berharap kemajuan pariwisata Manggarai Barat yang terus meningkat memberikan dampak bagi kesejahteraan warga setempat. Selain itu, penataan Kota Labuan Bajo harus lebih baik dan sekarang. Bahkan, Labuan Bajo bisa dijadikan smart city pariwisata. Saya lihat kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Wisatawan bersama dengan staf Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Pink Beach, Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Wisatawan bersama dengan staf Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Pink Beach, Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017).
Andi Marpaung, staf Kementerian Pariwisata kepada KompasTravel menjelaskan, Kementerian Pariwisata terus mempromosikan pariwisata di Pulau Flores melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah pembuat film dokumenter dengan tema "Cerita Destinasi".

Labuan Bajo termasuk 10 destinasi prioritas di Indonesia. Untuk itu, promosi pariwisata dari berbagai obyek wisata terus dilakukan oleh Kemenpar bekerja sama dengan berbagai lembaga swasta dan lembaga pembuatan film dokumenter.

"Kali ini pembuat film dokumenter dengan tema 'Cerita Destinasi' dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat dengan mengunjungi obyek wisata, seperti air terjun Cunca Wulang, Goa bawah laut Rangko serta obyek wisata di kawasan Taman Nasional Komodo," kata Andi. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X