Menpar: Wisatawan Tetap Berlibur ke Bali - Kompas.com

Menpar: Wisatawan Tetap Berlibur ke Bali

Kompas.com - 27/09/2017, 07:00 WIB
Pemandangan di puncak Gunung Agung (3.142 mdpl), Bali, Kamis (6/10/2011). Gunung stratovolcano ini terakhir meletus dahsyat 1963 menelan korban jiwa 1.148 orang.KOMPAS.COM/FIKRIA HIDAYAT Pemandangan di puncak Gunung Agung (3.142 mdpl), Bali, Kamis (6/10/2011). Gunung stratovolcano ini terakhir meletus dahsyat 1963 menelan korban jiwa 1.148 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan wisatawan tetap berlibur di Bali meski ada peningkatan aktivitas kegunungapian Gunung Agung.

"Sampai sekarang, kita punya crisis center untuk memonitor ini (status Gunung Agung), sampai sekarang tidak ada pembatalan (rencana wisatawan berlibur). Jadi orang yang akan datang ke Bali tetap ke Bali, orang yang pulang ya pulang," kata Arief saat ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan Ke-III di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

BACA: Status Gunung Agung Awas, Hotel di Sekitar Karangasem Masih Penuh

Ia mengatakan Kementerian Pariwisata telah membuat rencana antisipasi untuk wisatawan bila Gunung Agung mengalami erupsi. Wisatawan yang ada di Bali bisa bertanya tentang informasi perkembangan status Gunung Agung terkini lewat pos-pos resmi.

Sebelumnya, lima negara di dunia telah memperbaharui imbauan untuk warga negaranya yang tengah berada di Bali agar berhati-hati mengingat Gunung Agung sedang menunjukkan aktivitas kegunungapian.

Dari informasi yang dihimpun KompasTravel, negara-negara yang mengeluarkan himbauan resmi (travel advices) adalah Singapura, Inggris, Australia, Singapura, dan Selandia Baru. Himbauan yang diberikan seperti bagi yang tengah berlibur di Bali untuk memantau media massa dan mengikuti instruksi otoritas setempat. Pemerintah Singapura misalnya, juga meminta warganya untuk membeli asuransi perjalanan dan kesehatan yang komprehensif.

"Kita menghargai travel advice karena itu hak dari negaranya masing-masing untuk melindungi warganya. Itu wajar dilakukan agar berhati2 tidak mendekati lokasi fenomena alam," tambah Arief.

BACA: Status Awas Gunung Agung, Pihak Luar Negeri Terus Pantau Situasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologis (PVMBG) menaikkan status Gunung Agung dari level III (siaga) menjadi level IV (awas). Naiknya status ditetapkan pada Jumat (22/9/2017) malam pukul 20.30 Wita.

"Melihat perkembangan terakhir, aktivitas kegempaan vulkanik begitu tiggi dengan imi ditingkatkan statusnya dari level 3 siaga jadi 4 atau awas," ujar Kepala PVMBG Kasbaniz pada Jumat malam.

Dengan penetapan status awas maka warga, wisatawan, atau pendaki dihimbau tidak beraktivitas pada radius 9 km ditambah perluasan sektoral ke arah utara, tenggara dan selatan-baratdaya sejauh 12 kilometer.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar
Close Ads X