Kompas.com - 01/10/2017, 17:05 WIB
Beragam piringan hitam (vinyl) dari artis lokal dan mancanegara dijual di Blok M Square, Jakarta Selatan, Rabu (15/3). Tempat ini menjadi salah satu pusat penjualan piringan hitam di Jakarta.

Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)
15-03-2017

Untuk Urban HENDRA A SETYAWANBeragam piringan hitam (vinyl) dari artis lokal dan mancanegara dijual di Blok M Square, Jakarta Selatan, Rabu (15/3). Tempat ini menjadi salah satu pusat penjualan piringan hitam di Jakarta. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 15-03-2017 Untuk Urban
|
EditorSri Anindiati Nursastri

KOMPAS.com - Industri musik tidak akan mati, meski penikmatnya silih berganti. Kemudahan untuk mengakses musik membuat industri ini semakin berkembang pesat. Medium-medium musik mulai dari kaset pita mulai tergeserkan oleh kemunculan CD, yang kemudian tergeserkan oleh musik digital. Namun bagi penyuka barang vintagepiringan hitam ternyata tidak akan tersingkir. 

Berlokasi di lantai Basement gedung A dan B  Blok M Square, Jakarta Selatan, gerai-gerai musik jadul siap menyambut perjalanan Anda berburu piringan hitam. Rak-rak rapi yang tersusun di kiri-kanan lorong akan meramaikan pemandangan Anda saat menyusuri lorong-lorongnya.

Mulai dari musik lokal hingga internasional, musik klasik hingga rock, musik berlabelkan independent hingga musik mainstream siap melengkapi koleksi-koleksi piringan hitam Anda. Beberapa gerai juga menjual turntable sendiri sebagai alat pemutar piringan hitam.

BACA: Kesenian Betawi dan Jepang Hadir di Blok M

Dikutip dari Antaranews, piringan hitam memberikan kepuasan tersendiri bagi para penggemarnya. Dari segi suara, piringan hitam bisa menghasilkan kualitas suara yang hampir menyerupai data mentah. Hasil suara yang jernih bisa menjadi nilai tambahan tersendiri yang dimiliki piringan hitam. Berbeda dengan musik digital yang terpaksa harus ter-compress sedemikian rupa sampai berukuran file sehingga mengurangi kualitas suara.

Kisaran harga yang dikeluarkan untuk memiliki piringan hitam tergantung dari tingkat kelangkaan dan lama tahun keluar piringan hitam tersebut. Satu buah piringan hitam dibanderol mulai Rp 200.000 hingga di atas Rp 1 juta.

Walaupun tren piringan hitam sudah bergeser sejak kemunculan musik digital, namun bagi segmen tertentu, piringan hitam ini menjadi esensi eksklusif dari musik itu sendiri.

Tidak ketinggalan, Acara Record Store Day juga telah dihelat pada tanggal 22-23 April 2017 di Blok M Square sebagai salah satu acara perayaan eksistensi dari toko-toko musik itu sendiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X