Bapalas Benua Bekasik, Upacara Adat Suku Dayak Usai Panen - Kompas.com

Bapalas Benua Bekasik, Upacara Adat Suku Dayak Usai Panen

Kompas.com - 02/10/2017, 06:22 WIB
Salah satu rangkaian upacara Bapalas Benua Bekasik yang diselenggarakan di Desa Mekar Sari, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (28/9/2017). ARSIP PT WHW AR Salah satu rangkaian upacara Bapalas Benua Bekasik yang diselenggarakan di Desa Mekar Sari, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (28/9/2017).

KETAPANG, KOMPAS.com - PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) bekerja sama dengan Dewan Adat Dayak Kecamatan Kendawangan menyelenggarakan upacara adat Bapalas Benua Bekasik di Jarau Kota Mara (Gerbang Adat) Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (28/9/2017).

Upacara Bapalas adalah upacara yang dilaksanakan masyarakat Dayak di Kendawangan pada saat usai masa panen.

Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta kepada para petani desa dan juga sebagai media tolak bala terhadap roh-roh jahat.

(BACA: Tarian Pebekatawai, Simbol Persaudaraan Suku Dayak Kenyah)

Upacara Bapalas Benua Bekasik dimulai dengan prosesi pemasangan atribut kepada para peserta upacara yang dilanjutkan dengan pemasangan Ancak dan Menara Tajau di area Gerbang Adat serta ritual Bapalas yang dipimpin oleh Demong Adat.

Upacara ini juga dimeriahkan oleh rekan-rekan dari Sanggar Tari Ketapang yang menampilkan tarian khas Dayak.

(BACA: Bedolob, Pengadilan Tuhan Suku Dayak Agabag)

Bapalas Benua Bekasik diselenggarakan oleh WHW AR di Desa Mekar Utama, yang merupakan upacara Bapalas pertama yang diadakan di Kendawangan.

General Manager WHW AR, Stevi Thomas mengungkapkan, upacara ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan budaya Dayak yang bertujuan untuk mengucap syukur atas konstruksi pabrik yang telah selesai dan operasional yang lancar.

Selain itu upacara ini juga untuk memohon keselamatan bagi seluruh karyawan dan manajemen WHW AR serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, alam dan Sang Pencipta.

Upacara ini dihadiri oleh para Demong Adat Kendawangan, Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah), Dewan Adat Dayak Kendawangan, Ketua Harian DAD Ketapang, Bupati Ketapang yang diwakili oleh Asisten 3, serta manajemen WHW AR.

"Upacara Bapalas Benua Bekasik ini merupakan wujud nyata terciptanya hubungan yang harmonis antara PT Well Harvest Winning dengan masyarakat sekitar khususnya suku Dayak," ujar Stevi, Sabtu (30/9/2017).

"WHW AR berharap upacara ini dapat senantiasa melestarikan budaya Dayak yang merupakan salah satu kebanggaan dari keanekaragaman bangsa Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, General Manager Site WHW AR, Li Yuyong menyebutkan, Well Harvest Winning memulai operasional dan berjalan dengan baik selama satu tahun pertama adalah berkat dukungan masyarakat sekitar area lokasi pabrik.

"Di tempat inilah tercipta semangat kebersamaan. Hal ini terus kami bina dan tumbuh kembangkan dengan turut melestarikan budaya Dayak salah satunya melalui upacara Bapalas Benua Bekasik," ujar Li.



Close Ads X