Kompas.com - 03/10/2017, 06:23 WIB
|
EditorI Made Asdhiana


JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan bisnis minuman luar negeri yang semakin ketat, setidaknya masih menyisakan gerai minuman lokal. Para pengusaha lokal berusaha mengangkat kembali minuman tradisional Indonesia di tengah minuman luar negeri yang lebih diminati.

Salah satu pengusaha muda tersebut adalah Danu Sofwan (30), pendiri dari gerai minuman Radja Cendol atau yang juga dikenal Randol.

"Randol berawal dari kegelisahan saya, pasar di Indonesia yang sedikit banyak terintimidasi dengan produk luar," kata Danu kepada KompasTravel, Jumat (29/9/2017).

(BACA: Lima Gerai Minuman Mangga yang Mirip King Mango Thai)

Danu bercerita ia sering datang ke acara anak muda berkumpul dan bazar kulier, tetapi jarang menemui ada yang menjual produk lokal. Seakan semuanya berlomba menjual produk luar negeri.

Rasa prihatin Danu kemudian berubah, ketika ia melihat peluang bisnis. Ia memutuskan untuk menjual hidangan tradisional tetapi cocok dengan era milenial. Ia mencoba melakukan riset produk kuliner tradisional yang ingin ia jual.

(BACA: Tak Perlu ke Negeri Penyihir, Minuman Favorit Harry Potter Ada di Bandung)

Saat melakukan pencarian produk tradisional di internet, Danu kemudian tergugah dengan cendol. "Cendol ini masuk sebagai 50 besar minuman terlezat di dunia versi CNN," ujar Danu.

Untuk menaikkan martabat cendol di mata anak milenial, Danu kemudian melakukan modifikasi produk.

"Saya coba mencoba mengganti santan dengan susu agar lebih modern, lebih sehat, dan lebih lezat. Saya juga punya visi misi sendiri, Indonesia sebagai pengonsumsi susu terendah, sedikit banyak saya ingin menyehatkan masyarakat Indonesia," katanya.

Modifikasi tersebut juga menjadikan Radja Cendol sebagai produk cendol yang menggunakan susu pertama di Indonesia, lengkap dengan penamaan unik untuk citra yang lebih dikenal luas masyarakat.

Namun sebelum menjual cendol yang lezat dan dapat diterima masyarakat, Danu melakukan penelitian dengan usaha yang luar biasa. Ia harus melakukan pejalanan mencari para pembuat cendol terbaik di Indonesia dengan modal yang hampir nol.

Hingga akhirnya Danu kini memiliki lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia dengan sistem waralaba, dan dapat mendistribusikan 10.000 gelas cendol setiap hari. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.