Pekalongan Siap Gelar Pekan Batik Nusantara

Kompas.com - 03/10/2017, 21:30 WIB
Arak-arakan batik menjadi puncak acara Pekan Batik Nusantara di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (8/10/2016) sore, Kompas.com/Ari Himawan SaronoArak-arakan batik menjadi puncak acara Pekan Batik Nusantara di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (8/10/2016) sore,
|
EditorSri Anindiati Nursastri

Penulis : Ari Himawan


PEKALONGAN, KOMPAS.com – Aneka event baik bertaraf nasional maupun lokal akan digelar dalam Pekan Batik Pekalongan (PBP) 2017 yang akan digelar pada 4-8 Oktober 2017. Ajang ini akan digelar di Kawasan Wisata Budaya Jetayu, Museum Batik Indonesia, Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satu agendanya adalah pameran batik nasional.

“Pameran ini berisi pameran wisata Pekan Batik Nusantara dan Pameran Rumah Kreatif Batik Pekalongan,” kata Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, Selasa (3/10/2017).

BACA: Bekasi dan 4 Daerah Penghasil Batik Anti-mainstream

Dalam PBP 2017 ada juga festival kampung wisata kuliner, gelar seni budaya, pentas bersama, serta lomba kreasi batik tulis atau cap raksasa.

Total akan ada sekitar 130 stan yang akan mengikuti acara ini. Sebanyak 40 di antaranya berupa rumah kreatif batik. Para peserta sendiri tidak hanya berasal dari Kota Pekalongan, namun juga daerah-daerah lain di Jawa Tengah dan sejumlah provinsi lain.

PBP 2017 ini juga akan dimeriahkan dengan arak-arakan batik yang akan diikuti oleh 104 kostum.

“Arak-arakan ini dilombakan untuk mencari pemenang dari enam kategori, total hadiahnya mencapai Rp 31 juta,” tutur Sri Ruminingsih.

Galeri International Batik Center, di Pekalongan, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Galeri International Batik Center, di Pekalongan, Jawa Tengah.

Pada acara tersebut, ada juga agenda Batik Pekalongan Membingkai Silang Budaya Nusantara. Akan ada demo membatik dan talkshow, Drone Photography Festival, Buketan Batik Selfie Contest, juga Festival Jamu Jawa Tengah.

“Festival Jamu Jawa Tengah ini akan diikuti oleh 35 pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah,” Tambah Sri.

Terkait PBP 2017, Sri Ruminingsih menghimbau agar seluruh warga Kota Pekalongan mengenakan pakaian batik saat beraktivitas.

“Kami menghimbau agar masyarakat mengenakan busana batik selama PBP ini agar batik kian dicintai masyarakat dan terus menjadi ikon. Tak hanya Pekalongan, tapi juga Indonesia,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X