Kompas.com - 05/10/2017, 07:25 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pembatalan wisatawan yang ingin berlibur ke Bali sudah terjadi akibat imbas peningkatan aktivitas Gunung Agung.

Ia memperkirakan pembatalan terjadi sekitar 20-30 persen atau sekitar 60.000 wisatawan mancanegara (wisman).

"Untuk pariwisata. Jadi mungkin sudah harus disebutkan (pembatalan). Sudah ada cancellation yang jumlah persisnya tak ada yang tahu tapi kira-kira 20-30 persen," kata Arief saat ditemui seusai acara Launching "ToF 2017" di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

(BACA: Bila Gunung Agung Erupsi, Kota Denpasar Jadi Tempat Evakuasi Wisatawan)

Ia mengatakan setiap hari ada sekitar 15.000 wisman yang datang ke Bali. Menurut Arief, rata-rata lama masa tinggal wisman di Bali yaitu empat hari.

Turis melihat sekitar kawasan yang dulunya merupakan jalur aliran lahar dari Gunung Agung di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (25/9/2017). Berdasarkan peta dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, kawasan tersebut merupakan salah satu zona berbahaya ketika erupsi Gunung Agung terjadi.  KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Turis melihat sekitar kawasan yang dulunya merupakan jalur aliran lahar dari Gunung Agung di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (25/9/2017). Berdasarkan peta dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, kawasan tersebut merupakan salah satu zona berbahaya ketika erupsi Gunung Agung terjadi.
"Itu yang kira-kira terjadi nanti tapi dengan tahu seperti itu length of stay rata-rata itu empat hari. Saya sudah harus bicara mitigasi mengantisipasi seandainya kejadian (Gunung Agung meletus) sekitar 60 ribu wisatawan yang ada di sana. Karena length of stay-nya 4 hari, 15 ribu wisatawan mancanegara dikali empat jadi 60 ribu (wisatawan yang batal)," kata Arief.

(BACA: 70.000 Turis Kemungkinan Batal ke Bali, Dispar Bentuk Crisis Center)

Meski telah memiliki perkiraan, Arief menyebut data pembatalan kunjungan wisman ke Bali akibat peningkatan status Gunung Agung tak bisa dikonfirmasi ulang. Menurutnya, tak ada data pasti terkait pembatalan kunjungan wisman ke Bali.

"Tapi karena saya harus mengantisipasi, akhirnya angka itu saya keluarkan," ujar Arief.

Hingga Sabtu (30/9/2017) pagi, kondisi Gunung Agung tertutup mendung dan kabut. Pada Sabtu dini hari, hujan sempat turun di sekitaran pos pemantauan.

Wisatawan berfoto dengan anggota Brimob yang berjaga saat aktivitas Gunung Agung masih pada level awas di Karangasem, Bali, Rabu (4/10/2017). Pura terbesar yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari kawah Gunung Agung tersebut masih tertutup dari aktivitas karena gunung masih berbahaya meskipun belum ada letusan.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Wisatawan berfoto dengan anggota Brimob yang berjaga saat aktivitas Gunung Agung masih pada level awas di Karangasem, Bali, Rabu (4/10/2017). Pura terbesar yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari kawah Gunung Agung tersebut masih tertutup dari aktivitas karena gunung masih berbahaya meskipun belum ada letusan.
Sehari sebelumnya, Jumat (29/9/2017) sore, Gunung Agung terlihat jelas dan cuaca cerah sehingga puncak Gunung Agung terlihat secara kasat mata dari pos pemantauan.

Berdasarkan data Pos Pemantauan Gunungapi Agung, pada Jumat kemarin, dari pukul 00.00 Wita hingga 24.00 Wita, terjadi 565 kali gempa vulkanik dalam, 198 gempa vulkanik dangkal, dan 26 kali gempa tektonik lokal.

Pada Kamis lalu, terjadi 444 kali gempa vulkanik dalam, 230 vulknaik dangkal dan 60 kali gempa tektonik lokal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.