Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 14/10/2017, 17:03 WIB
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski bisa membuat perut panas bahkan mulas, seblak menjadi salah satu hidangan pedas yang sangat diminati. Di Jakarta, ada salah satu kedai seblak yang digadang-gadang memiliki hidangan paling pedas, yakni Seblak Jeletet Murni.

Pihak kedai tersebut tak enggan berbagi rahasia, bagaimana cara menciptakan rasa pedas yang membuat orang ingin menyerah.

"Pedesnya parah, tapi kalau lagi pengen makan pedes aja ke sini," kata Akmal, salah satu mahasiswa penggemar seblak yang tinggal tak jauh dari kampusnya di Tanjung Duren, kepada KompasTravel, Rabu (11/10/2017).

BACA: Cita Rasa Seblak dalam Gulungan Sushi

Store Manager Seblak Jeletet Murni Tanjung Duren, Dian Eko, membenarkan bahwa gerainya kerap disukai pelanggan karena pedas seblaknya. Selain itu juga ada beberapa kunci lain di bagian bumbu, dan inovasi isi seblak yang menjadi strateginya.

"Memang karena pedasnya nampol, di sini level satu aja udah pedas, naik ke dua pedas banget, mankanya tiap naik level isian seblaknya harus makin banyak," ujar Dian kepada KompasTravel.

Dian pun membeberkan beberapa rahasia pedas dari cabai seblaknya. Saat ditanya apa saja kandungan kuah cabainya sehingga pedasnya nampol, ia mengatakan 100 persen menggunakan cabai ditambah beberapa bumbu gurih.

Isian seblak yang amat beragam di Seblak Jeletet Murni, dalam satu porsi bisa mengkombinasikan banyak isian. Antara lain otak-otak, sosis, bakso, tulang, ceker, dumpling, kikil, dan masih banyak lagi.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Isian seblak yang amat beragam di Seblak Jeletet Murni, dalam satu porsi bisa mengkombinasikan banyak isian. Antara lain otak-otak, sosis, bakso, tulang, ceker, dumpling, kikil, dan masih banyak lagi.
"Makanya pedas, kita pake cabai merah keriting. Lalu kita olah dulu di oven, pokonya dikeringkan," ungkapnya.

Cabai keriting yang mengalami pengeringan maksimal dan pengolahan yang benar hingga menjadi kuah rupanya menghasilkan rasa yang amat pedas.

"Untuk cabai ga pake bumbu lain sepeti jahe, kemiri atau rempah pedas lainnya. Hanya cabe merah keriting besar aja," ungkapnya.

BACA: Capjae Kerupuk, Seblak ala Magelang

Rasa gurih dalam kuahnya hanya menggunakan bawang merah, bawang putih, merica, penyedap, dan beberapa bumbu lainnya. Porsi bumbu diperbanyak guna menyeimbangkan pedasnya.

Bagi Anda yang siap banjir keringat, bisa mengunjungi gerai Seblak Jeletot Murni yang ada di Jalan Tanjung Duren Utara IV, Jakarta Barat, atau di Jalan Pdemangan Raya, Jakarta Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+