Blue Mosque, Jejak Soekarno di Negeri Beruang Merah

Kompas.com - 16/10/2017, 10:05 WIB
Blue Mosque di kota Saint Petersburg, Rusia. Masjid ini dibuka kembali setelah lama ditutup selama era Uni Soviet. Bung Karno berperan penting dibukanya kembali masjid ini. KOMPAS.com/SABRINA ASRILBlue Mosque di kota Saint Petersburg, Rusia. Masjid ini dibuka kembali setelah lama ditutup selama era Uni Soviet. Bung Karno berperan penting dibukanya kembali masjid ini.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

 

SAINT PETERSBURG, KOMPAS.com - Sejarah dan kecantikan kota Saint Petersburg, Rusia, menyelipkan sebuah kisah hubungan dekat Indonesia dengan Rusia di masa lalu.

Berdiri megah di dekat Sungai Neva, Blue Mosque, sebuah masjid terbesar di Rusia dan Eropa menjadi saksi bisu jejak Soekarno di Rusia.

Di kota yang bejuluk Venesia dari utara itu, Soekarno diingat warga muslim Rusia lantaran andilnya membuka kembali masjid tersebut untuk dijadikan tempat ibadah.

BACA: Sosok Soekarno di Balik Pameran Lukisan Senandung Ibu Pertiwi

Selama Uni Soviet berkuasa, masjid yang didirikan pada tahun 1910 itu ditutup dan dialihfungsikan menjadi gudang. Pada masa itu, hampir semua tempat ibadah dilarang digunakan. Beberapa di antaranya dijadikan kantor pemerintahan dan museum.

Berkat kelihaian komunikasi Bung Karno membujuk pemimpin Uni Soviet waktu itu, Nikita Khrushchev, Blue Mosque dibuka kembali untuk tempat ibadah hingga sekarang.

Blue Mosque di kota Saint Petersburg, Rusia. Masjid ini sempat ditutup selama era Uni Soviet berkuasa. Namun, Bung Karno meminta masjid ini kembali dibuka dan dikabulkan pimpinan Soviet waktu itu, Nikita Khrushchev.KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Blue Mosque di kota Saint Petersburg, Rusia. Masjid ini sempat ditutup selama era Uni Soviet berkuasa. Namun, Bung Karno meminta masjid ini kembali dibuka dan dikabulkan pimpinan Soviet waktu itu, Nikita Khrushchev.
"Ceritanya, Bung Karno waktu itu lagi berkunjung ke Petersburg, sedang mencari tempat untuk bisa shalat dan akhirnya dia meminta masjid di Saint Petersburg ini untuk bisa dipakai dan dikembalikan menjadi tempat ibadah. Dikabulkan sama Khruschev," ujar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat berkunjung ke Blue Mosque, Sabtu (14/10/2017).

Fadli merupakan seorang pecinta sejarah, literatur, hingga karya seni Rusia. Dia menekuni segala hal tentang Rusia saat mengenyam pendidikan sarjana di Sastra Rusia Universitas Indonesia dan mendalaminya hingga kini lewat berbagai literatur.

Saat kami tiba di sana, masjid itu sedang dalam tahap renovasi pada bagian dalamnya. Namun dari luar, kemegahannya masih bisa dinikmati.

Granit-granit warna biru dan hijau toska yang dibuat seperti mozaik kubus ditumpuk secara rapi dan simetris. Dinding yang sebelumnya hanya tembok bercat biru kini sudah dilapisi dengan batu alam sehingga terlihat lebih kokoh.

Ada tiga lantai di dalam masjid itu. Saat renovasi kali ini, hanya satu lantai yang bisa digunakan untuk shalat.

Ornamen granit berwarna biru dan hijau tosca menambah kecantikan Blue Mosque di Kota Saint Petersburg, Rusia.KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Ornamen granit berwarna biru dan hijau tosca menambah kecantikan Blue Mosque di Kota Saint Petersburg, Rusia.

Interior di dalam Blue Mosque, Saint Petersburg, Rusia.KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Interior di dalam Blue Mosque, Saint Petersburg, Rusia.
Adzan berkumandang

Kami tiba sekitar pukul 12.30 untuk menunaikan shalat dzuhur. Namun, sang penjaga dalam bahasa Rusia menunjuk sebuah kertas berisikan tabel waktu shalat.

Ternyata shalat dzuhur di Saint Petersburg baru dilakukan pada pukul 14.00. Menjelang waktu shalat barulah warga muslim di sana silih berganti berdatangan saat adzan berkumandang di dalam masjid.

Warga muslim yang datang berasal dari berbagai etnis mulai dari etnis Rusia (layaknya orang Eropa di negara lain), etnis Tartan (berasal dari Rusia bagian tengah), Chinese, hingga melayu.

Banyaknya etnis di Rusia bisa dimaklumi lantaran Rusia menguasai seperdelapan bagian dunia ini.

Melihat kami yang berawakan Melayu, beberapa di antara mereka langsung mengucap salam, "Assalamualaikum". Setelah dijawab, mereka langsung bergegas masuk ke dalam masjid dan memulai shalat.

Orang Rusia memang tidak suka berbasa-basi. Namun, mereka juga tidak sungkan mengucap salam kepada orang asing yang berkunjung ke sana. Jadi, siapa bilang orang Rusia berhati dingin?

Seorang warga muslim Saint Petersburg melaksanakan shalat di Blue Mosque.KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Seorang warga muslim Saint Petersburg melaksanakan shalat di Blue Mosque.
Apabila tiga lantai digunakan, masjid ini mampu menampung 7.000 jemaah. Namun, pada hari itu ada hanya ada sekitar 30 orang yang silih berganti datang untuk shalat.

Aktivitas mereka shalat di Blue Mosque terlihat biasa saja di tengah masyarakat Rusia yang mayoritas menganut Kristen Ortodoks.

Dari 142,8 juta penduduk Rusia, sebanyak 41 persen di antaranya penganut Kristen Orthodok. Sementara penganut Islam hanya 6,5 persen. Sisanya penganut atheis, Buddha, hingga Pagan.

Setelah menunaikan shalat, beberapa di antara mereka ada yang bersantai sejenak sambil menghisap rokok untuk membunuh dinginnya suhu yang mencapai 5 derajat celcius.

Lainnya ada yang langsung menghampiri istrinya yang tak berhijab menunggu di luar. Aturan di Blue Mosque, setiap wanita tak berhijab tak boleh masuk ke dalam masjid.

Kehidupan umat muslim di Saint Petersburg terlihat sangat normal. Fadli menyebutkan umat muslim di Rusia memang sangat diterima karena umat muslim sudah ada sejak dulu di negeri beruang merah ini.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resto Baru di Malang, Berkunjung ke Zaman Kerajaan Singosari Lewat NdalemRatu

Resto Baru di Malang, Berkunjung ke Zaman Kerajaan Singosari Lewat NdalemRatu

Makan Makan
Kuota Antrean Online Masih Banyak, Yuk Bikin Paspor Sekarang Juga

Kuota Antrean Online Masih Banyak, Yuk Bikin Paspor Sekarang Juga

Travel Tips
Geopark Run Series 2020 untuk Belitung, Pendaftaran Telah Dibuka

Geopark Run Series 2020 untuk Belitung, Pendaftaran Telah Dibuka

Jalan Jalan
Visa Umrah Dihentikan Sementara, Emirates Tangguhkan Penerbangan ke Arab Saudi

Visa Umrah Dihentikan Sementara, Emirates Tangguhkan Penerbangan ke Arab Saudi

Whats Hot
Persiapkan UNESCO Global Geopark pada 2020, Belitung Lakukan Cara Ini

Persiapkan UNESCO Global Geopark pada 2020, Belitung Lakukan Cara Ini

Jalan Jalan
Belitung Incar Kunjungan Turis Asing pada 2020, Seperti Ini Strateginya...

Belitung Incar Kunjungan Turis Asing pada 2020, Seperti Ini Strateginya...

Jalan Jalan
Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Belitung Naik, Jumlah Wisatawan Nusantara Malah Turun

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Belitung Naik, Jumlah Wisatawan Nusantara Malah Turun

Whats Hot
Inilah Tempat Wisata di Medan yang Paling Sering Dikunjungi

Inilah Tempat Wisata di Medan yang Paling Sering Dikunjungi

Jalan Jalan
Arab Saudi Setop Sementara Kunjungan Umrah, Paket Umrah Masih Bisa Dipesan

Arab Saudi Setop Sementara Kunjungan Umrah, Paket Umrah Masih Bisa Dipesan

Whats Hot
Jangan Ketinggalan, Ada 4 Geopark Run pada Tahun 2020

Jangan Ketinggalan, Ada 4 Geopark Run pada Tahun 2020

Jalan Jalan
Ingin Coba City Check-In? Ikuti Panduan Menuju Stasiun BNI City

Ingin Coba City Check-In? Ikuti Panduan Menuju Stasiun BNI City

Travel Tips
Naik Kereta Bandara Soetta, Sekalian Ngopi di 3 Kafe Stasiun BNI City

Naik Kereta Bandara Soetta, Sekalian Ngopi di 3 Kafe Stasiun BNI City

Makan Makan
Ke Bandara Soetta, Makan Dulu di 4 Kuliner Dekat Stasiun BNI City

Ke Bandara Soetta, Makan Dulu di 4 Kuliner Dekat Stasiun BNI City

Makan Makan
BRI Europe Travel Fair 2020 Dibuka, Tiket ke Istanbul PP Rp 7 Jutaan

BRI Europe Travel Fair 2020 Dibuka, Tiket ke Istanbul PP Rp 7 Jutaan

Whats Hot
Unik! Ayam Goreng Batu Bara ala Gibran, Kaesang, dan Chef Arnold

Unik! Ayam Goreng Batu Bara ala Gibran, Kaesang, dan Chef Arnold

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X