Venesia Belum Tenggelam...

Kompas.com - 18/10/2017, 08:14 WIB
Menara San Marco di Venesia, Italia. NOVA DIENMenara San Marco di Venesia, Italia.
EditorI Made Asdhiana

Terdapat banyak restoran dan toko di daerah ini sekaligus kami bisa menikmati suasana lokal karena berdekatan dengan rumah-rumah penduduk asli.

Gang-gang kecil masih sama seperti dulu. Saya teringat sempat tersesat sewaktu menyusuri jalanan kecil menuju Saint Mark Square.

Untungnya, sekarang sudah ada Waze dan Google Map untuk membantu kami berjalan kaki ke titik manapun tujuan kami.

Bedanya, untuk mengambil gambar alun-alun yang menjadi ikon Venesia sekarang adalah hampir mustahil tanpa orang, saking banyaknya turis, kecuali subuh atau tengah malam. Namun, pusat kota ini masih menjadi obyek menarik bagi para fotografer dunia.  

Topeng di kota Venice atau Venesia di Italia.NOVA DIEN Topeng di kota Venice atau Venesia di Italia.
SIM Gondolier

Cara paling romantis untuk berkeliling Venesia tentunya dengan perahu gondola, simbol kota Venesia yang paling terkenal.

Saat ini, kota Venesia menetapkan tarif resmi untuk naik gondola, yang dimulai dengan tarif 80 Euro atau sekitar Rp 1.240.000 selama 40 menit.

Dibandingkan sepuluh tahun yang lalu harga tiket untuk satu orang dewasa hanya sekitar Rp 150.000 sampai Rp 500.000 untuk sewa ekslusif termasuk sang gondolier (pendayung gondola).

Wajar harganya mahal karena tidak mudah menjadi seorang gondolier profesional. Selain harus punya ‘Surat Izin Mengayuh’ khusus, yang hanya dikeluarkan maksimum untuk empat gondolier setiap tahunnya, seorang gondolier juga butuh lebih dari 400 jam pelatihan dan magang.

Gondolier harus lulus ujian ketat dengan persyaratan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Ini adalah profesi turunan dari generasi ke generasi di Venesia.
NOVA DIEN Gondolier harus lulus ujian ketat dengan persyaratan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Ini adalah profesi turunan dari generasi ke generasi di Venesia.
Teknik mengayuh seperti mendayung, memutar, melambat, putar balik, dan menghentikan gondola dan kemampuan menguasai gondola dengan baik, mulai dari berdiri di belakang perahu, mengimbangi gelombang berombak, menghindari arus lalu lintas kapal, mengayuh di kanal yang sempit, meluncur di bawah jembatan, menendang tembok adalah ketrampilan dan keseimbangan wajib  bagi seorang gondolier.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X