Pelancong, Kyoto, dan Kimono...

Kompas.com - 18/10/2017, 16:12 WIB
Suasana di Jalan Ninenzaka, Kyoto, Minggu (15/10/2017). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOSuasana di Jalan Ninenzaka, Kyoto, Minggu (15/10/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

KYOTO, KOMPAS.com - Saat berkunjung ke Kyoto, berkeliling pusat keramaian dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Selain menekan biaya transportasi, dengan berjalan kaki Anda juga dapat merasakan lebih dekat budaya Jepang.

Kyoto dikenal sebagai salah satu kota yang menjadi pusat budaya dan kesenian Jepang. Nuansa tradisional dan modern-nya Jepang bisa dirasakan di kota berpenduduk kira-kira 1,5 juta jiwa tersebut.

(BACA: Serunya Wisata Kuil di Kyoto)

Dua hal yang sangat mudah ditemui dan menjadi ciri khas Kyoto adalah banyak kuil tua, banyak orang berjalan kaki mengenakan kimono atau hakama, pakaian tradisional Jepang, khususnya di sepanjang jalan Kawaramachi, Jalan Shijo, atau Jalan Ninenzaka.

Suasana Kota Kyoto, Jepang, Jumat (13/10/2017).KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Suasana Kota Kyoto, Jepang, Jumat (13/10/2017).

Banyak di antara mereka yang mengenakan kimono di Kyoto adalah pelancong domestik. Para pejalan kaki berjalan tertib menyusuri trotoar, kuil, taman, hingga jalan-jalan kecil di dalamnya.

(BACA: 5 Kedai Kopi Berkonsep Retro di Kyoto)

Para pelancong di Kyoto akan banyak menemukan banyak tempat untuk berfoto, tempat-tempat aneka makanan dengan beragam harga, dan toko yang menjual berbagai oleh-oleh.

Pengunjung Kuil Yasaka Jinja, di Kyoto, Jumat (13/10/2017).KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Pengunjung Kuil Yasaka Jinja, di Kyoto, Jumat (13/10/2017).
Jasa penyewaan kimono sangat mudah ditemui di Kyoto. Tarifnya berbeda-beda, rata-rata sekitar 3.000 yen atau kira-kira Rp 350.000 untuk sekali sewa dan berkeliling, ditambah 500-1.500 yen untuk biaya rias dan sewa aksesori lainnya.

Saat akan menyeberangi jalan, perempatan atau pertigaan, pejalan kaki juga turut mematuhi lampu rambu.

Suasana Jepang akan terasa saat Anda menunggu tanda lampu pejalan kaki boleh menyeberang bersama orang-orang yang mengenakan kimono atau hakama.

Pengunjung taman di Kota Kyoto, Jepang, Minggu (15/10/2017).KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Pengunjung taman di Kota Kyoto, Jepang, Minggu (15/10/2017).

Ketika turun hujan, warga dan turis di Kyoto tetap berjalan kaki dan menggunakan payung. Banyaknya payung berwarna menambah keindahan pemandangan kota hingga berharap suatu hari Jakarta dapat menjadi seperti Kyoto. Semoga!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X