Asyiknya Membuat Noken di Pulau Sauwandarek Raja Ampat

Kompas.com - 19/10/2017, 08:16 WIB
Mamak-mamak yang tergabung dalam komunitas Mamak Noken belajar membuat beragam kerajinan dari bahan dedaunan, terutama noken di Kampung Sauwingrai, Raja Ampat, Papua Barat. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAMamak-mamak yang tergabung dalam komunitas Mamak Noken belajar membuat beragam kerajinan dari bahan dedaunan, terutama noken di Kampung Sauwingrai, Raja Ampat, Papua Barat.
|
EditorI Made Asdhiana

WAISAI, KOMPAS.com - Berkunjung ke Raja Ampat di Papua Barat jangan hanya terpaku pada keindahan bawah lautnya yang memukau. Selain itu, budaya hingga kerajinan pun tak kalah menarik dengan kawasan lain di Indonesia.

Salah satu yang budaya yang menarik untuk dilihat ialah pembuatan kerajinan noken. Noken sendiri memang sudah menjadi alat tradisional turun-temurun di beberapa daerah Papua. Salah satunya di Raja Ampat.

Tempat produksi terbesar noken khas Raja Ampat ialah di Kampung Sawandarek, Pulau Mansuar, Distrik/Kecamatan Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat. Di sini lah terdapat komunitas Mamak Noken, yang terdiri dari ibu-ibu perajin noken Raja Ampat.

(BACA: Meski Sudah Dikenal Turis, Raja Ampat Tetap Berpromosi)

Menuju ke sini, Anda bisa menggunakan speed boat sekitar 45 menit sampai dua jam perjalanan tergantung gelombang dan besar mesin yang digunakan. Laut jernih berwarna biru muda langsung menyambut Anda sesampainya di sana.

Pulau ini memang terkenal juga sebagai salah satu spot diving terbaik di Raja Ampat. Maka tak jarang Anda akan menemukan kapal-kapal turis bersandar di dermaga, atau tengah laut Suwandarek.

(BACA: Ini Cara Agar Wisata ke Raja Ampat Tidak Mahal)

Masuk lah dan berkenalan dengan penduduknya yang ramah. Anda bisa memintanya mengantarkan wisatawan ke pusat pembuatan noken. Walaupun hampir semua rumah bisa membuat noken, Anda bisa mengunjungi rumah kepala kampung tersebut, untuk meminta izin mengajari Anda membuat noken bersama mamak-mamak.

Ketua Komunitas Mamak Noken ialah kaka Yuni. Ia sebagai aktivis pemberdayaan perempuan, juga yang mencetuskan komunitas tersebut. Jika beruntung, di Sauwandarek Anda bisa belajar bersama dia dan para masyarakat lain.

Kaka Yeni (kanan), dan mamak-mamak yang tergabung dalam komunitas Mamak Noken belajar membuat beragam kerajinan dari bahan dedaunan, terutama noken di Kampung Sauwingrai, Raja Ampat, Papua Barat.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Kaka Yeni (kanan), dan mamak-mamak yang tergabung dalam komunitas Mamak Noken belajar membuat beragam kerajinan dari bahan dedaunan, terutama noken di Kampung Sauwingrai, Raja Ampat, Papua Barat.
"Belajar di sini, tak dipungut biaya. Kita ingin budaya noken tetap dilestarikan dan masyarakat bisa merasakan langsung peningkatan ekonomi dari wisatwan yang datang. Hanya tinggal membeli noken saja, bisa sekalian belajar melihat pembuatannya," ungkap Yuni pada KompasTravel, Selasa (17/10/2017).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X