Kompas.com - 19/10/2017, 14:32 WIB
Stan cenderamata di Borobudur Travel Mart and Expo (BTMX) di Grand Artos Magelang, Jawa Tengah, 14-15 Oktober 2017. KOMPAS.COM/IKA FITRIANAStan cenderamata di Borobudur Travel Mart and Expo (BTMX) di Grand Artos Magelang, Jawa Tengah, 14-15 Oktober 2017.
|
EditorI Made Asdhiana


MAGELANG, KOMPAS.com - Pariwisata di Magelang Raya, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang, Jawa Tengah semakin menggeliat. Wisatawan tidak lagi hanya ke Candi Borobudur sebagai destinasi utama akan tetapi juga bergeser ke destinasi-destinasi alternatif yang tumbuh pesat di penjuru wilayah ini.

Karena itu, Magelang membutuhkan pusat cenderamata yang representatif untuk mendukung pariwisata. Fasilitas ini menjadi pelayanan penting untuk wisatawan dari luar daerah.

"Magelang membutuhkan satu tempat yang lengkap untuk beli oleh-oleh, ada cenderamata, makanan, pakaian, apa pun yang khas Magelang. Contoh di Bali, ada Krisna, kalau dulu Pasar Sukawati. Di sana mau nyari apa pun ada, lokasinya nyaman," kata Chairman Borobudur Travel Market and Extpo (BTMX) 2017 Sugeng Sugiantoro, belum lama ini.

(BACA: Unik, Masjid Berornamen Kelenteng Ini Ada di Magelang)

Sugeng menyebut, di Magelang, memang sudah banyak bermunculan toko oleh-oleh. Namun masih dinilai kurang menampung keinginan wisatawan terhadap pusat oleh-oleh yang luas, lengkap dan strategis.

Tidak hanya wisatawan, menurut Sugeng, para perajin maupun pelaku wisata yang tergabung dalam Pesona Magelang (Pesma) sendiri membutuhkan tempat untuk memasarkan produk-produk mereka.

"Sejauh ini kalau mau beli oleh-oleh hanya ke toko tertentu saja. Teman-teman Pesma, perajin cenderamata, kadang ingin memasarkan produk mereka langsung kepada wisatawan tapi belum menemukan wadahnya," ujar General Manager MesaStila Resort and Spa itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(BACA: Fun Off Road Merapi, Wisata Anti-mainstream di Magelang)

Selain itu, acara-acara berbasis pariwisata juga amat dibutuhkan. Sepeti BTMX 2017 yang digelar pada 14-15 Oktober 2017 di Grand Artos Magelang. BTMX melibatkan 53 buyers (60 orang delegasi) dan 51 sellers (85 orang delegasi).

Para buyers mendapatkan banyak informasi seputar potensi pariwisata Jawa Tengah yang ditawarkan para sellers. Buyers datang dari enam negara, yakni Malaysia, Singapura, China, Australia, dan Jepang serta Indonesia (Jakarta, Bali, Sidoarjo, Bandung, dan lainnya).

"Adapun sellers semuanya dari dalam negeri, utamanya Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan sekitarnya. Para sellers terdiri dari kalangan perhotelan, pusat rekreasi, wisata agro, spa, adventure, dan lain sebagainya," kata Sugeng Sugiantoro.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.