Mampir ke Semarang, Yuk Cicipi 4 Gerai Soto Ini!

Kompas.com - 21/10/2017, 09:07 WIB
Soto Bangkong khas Semarang semakin nikmat saat disantap dengan lauk pencamping, seperti sate telur dan sate kerang. TRIBUN JATENG/MUHAMAD ALFISoto Bangkong khas Semarang semakin nikmat saat disantap dengan lauk pencamping, seperti sate telur dan sate kerang.
|
EditorI Made Asdhiana

Soto bangkong, begitu orang Semarang lebih mengenal masakan yang dijual Sholeh Soekarno tersebut. Usaha soto bangkong yang dirintis sejak tahun 1950 itu menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke Semarang.

Soto ini terkenal dengan penyajiannya dalam mangkuk kecil. Untuk isiannya, soto ayam olahan Sholeh berisi nasi, mi soun, tauge, irisan tomat, suiran daging ayam, hingga taburan seledri dan bawang goreng.

Soto Bangkong, yang terletak di samping kantor pos pojok perempatan Jalan MT Haryono dan Jalan Ahmad Yani.

"Soto Ayam dan Ayam Goreng samping Kantor Pos Bangkong," begitu tulisan yang tergantung di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Nomor 1, Kota Semarang.

3. Soto Ayam Pak Muri

Walau warung PKL, soto ayam buatan Pak Muri ini cukup banyak pelanggan. Soto ayam ini telah ada sekitar tahun 1986/1987 di stadion Diponegoro. Setiap pagi warung ini ramai didatangi warga Semarang.

Berlokasi Stadion Diponegoro, Semarang, tepatnya di Jalan Ki Mangunsarkoro, Soto ini memiliki rasa yang khas. Soto ayam ini disajikan panas-panas dalam sebuah mangkuk kecil.

Makanan ini terdiri dari nasi dan ayam suwiran dengan kuah soto yang bercampur bumbu racikan Pak Muri. Potongan daun bawang dan bawang goreng melengkapi gurihnya soto ayam ini.

Untuk rasa, soto ayam ini akan terasa nikmat lagi jika ditambahkan air jeruk (dari irisan jeruk tipis), kecap manis, dan sambal khusus soto yang terbuat dari cabe hijau, serta teh panas atau jeruk hangat sebagai pendamping.

Di meja biasanya terhidang aneka sate, seperti sate telur puyuh, sate tempe (tempe goreng yang dipotong dadu-dadu dan ditusuk lidi), sate kerang, sate jeroan, dan sate ayam. Satu tusuk sate dihargai Rp 2.500. Selain itu ada juga tempe goreng dan perkedel kentang yang harganya Rp 500 per potong.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X