Kompas.com - 23/10/2017, 12:07 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Delapan orang penyelam dari organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan menjelajahi titik-titik penyelaman di Perairan Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 21 Oktober – 4 November 2017.

Kegiatan eksplorasi bawah laut yang bertajuk “Explore to Conserve” ini bertujuan untuk memetakan potensi pariwisata yang mampu ditawarkan oleh Kabupaten Parigi.

Ketua Pelaksana Mapala UI Marine Exploration: Parigi Moutong Archipelago, Aulia Farazenia mengatakan kegiatan penyelaman ini akan dilakukan di titik-titik yang tersebar di area Kayu Burah, Dinding Maktata, dan Tanjung Inova.

(Baca juga: Tim Mapala UI Tuntaskan Pemanjatan Tebing Puruk Sandukui)

Aulia menyebut kegiatan penyelaman ini akan menghasilkan data reef check yang diharapkan dapat mendukung berkembangnya lokasi Parigi Moutong sebagai lokasi pariwisata bahari berkelanjutan serta mampu bersaing dengan destinasi selam lainnya di dunia.

“Perairan Parigi Moutong memang merupakan salah satu destinasi selam yang belum terjamah, padahal potensinya tidak kalah menakjubkan dari destinasi selam lainnya seperti Wakatobi dan Bunaken,” ujar Aulia dalam keterangan pers yang diterima KompasTravel.

Pemandangan biota laut yang akan ditemukan pada kedalaman 15-20 meter titik selam Tandaigi, Teluk Tomini. Terdapat Red Lionfish yang dikenal sebagai ikan yang cantik namun beracun. Ikan ini merupakan salah satu Family Scopaenidae yang paling berbisa di dunia. Spesies ini hanya aktif di malam hari, sedangkan pada siang hari mereka akan bersembunyi di balik karang.Dok. Rully Nasution Pemandangan biota laut yang akan ditemukan pada kedalaman 15-20 meter titik selam Tandaigi, Teluk Tomini. Terdapat Red Lionfish yang dikenal sebagai ikan yang cantik namun beracun. Ikan ini merupakan salah satu Family Scopaenidae yang paling berbisa di dunia. Spesies ini hanya aktif di malam hari, sedangkan pada siang hari mereka akan bersembunyi di balik karang.
Ia mengatakan tim juga akan melakukan pengibaran bendera Merah Putih, pemetaan titik terumbu karang, pengecekan kualitas terumbu karang, dan dokumentasi potensi bawah laut. Kegiatan eksplorasi bawah laut ini juga dilatari untuk merayakan Hari Sumpah Pemuda.

(Baca juga: Melestarikan Kalong di Tepi Teluk Tomini)

”Teluk ini juga tercatat sebagai salah satu titik dalam segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle), bahkan seringkali dijuluki sebagai Heart of Coral Triangle karena terdapat beragam karang raksasa berukuran diameter mencapai dua meter. Karang-karang ini membentuk taman karang yang disebut-sebut sebagai 'Surga yang tenggelam'," tambahnya.

Mapala UI memberangkatkan delapan penyelam yang telah diberikan pelatihan khusus selama enam bulan oleh instruktur selam dari Professional Association of Diving Instructors (PADI) Wedar Adji. Tim selam juga akan melakukan penelitian terumbu karang dengan metode reef check yang dibina oleh Reefcheck.org.

Aulia menambahkan kawasan terumbu karang seluas 1.031 hektare yang tersimpan di Teluk Tomini sudah mulai dilirik oleh para penyelam dunia.

Untuk mengantisipasi pengembangan pariwisata yang tidak tepat, maka melalui eksplorasi ini Mapala UI akan memberikan laporan rekomendasi kepada pemerintah setempat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.