Kompas.com - 23/10/2017, 18:04 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDIKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat.
|
EditorSri Anindiati Nursastri


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden  Joko Widodo membentuk tim untuk menindaklanjuti kunjungan kenegaraan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani ke Indonesia, beberapa waktu lalu.

Rencananya, Indonesia bakal menawarkan kerjasama pada dua sektor kepada Qatar. Pertama, investasi Qatar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedua, Indonesia menjajaki membeli gas dari Qatar.

"Minggu ini, tim akan merapatkan, kemudian akan menawarkan beberapa proyek ke Qatar, yaitu pertama, Mandalika. Itu proyek pariwisata. Kedua, sudah difinalisasikan Kementerian ESDM mengenai gas. LNG yang akan dibeli dari Qatar," ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Baca juga : Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Apa Istimewanya?

Rencana investasi Qatar di Mandalika antara lain membangun resort dan hotel di kawasan pariwisata Mandalika.

"Nanti mau buat resort halal di situ," ujar Luhut.

Seiring dengan investasi Qatar tersebut, pemerintah pun bertekad meningkatkan kapasitas Bandara Lombok. Sebelumnya, runway bandara sepanjang 2.600 meter nantinya akan diperpanjang menjadi 3.000 meter. Hal itu agar bandara mampu didarati pesawat berkapasitas besar.

Baca juga : Dari Manakah Nama Mandalika untuk Kawasan Ekonomi Khusus Diambil?

Sementara itu, rencana Indonesia membeli gas dari Qatar juga tengah difinalisasikan Kementerian ESDM. Luhut memperkirakan, Indonesia dapat harga sekitar USD 7,16 per MMBTU.

Luhut belum dapat memastikan berapa total nilai investasi Qatar yang akan masuk ke Indonesia.

"Saya belum tahu angkanya. Tapi saya kira akan banyak karena Emir Qatar ini kan berpikirnya di sana sudah seperti barat. Jadi mereka sepanjang konsultanya dari asing, mereka akan masuk," ujar Luhut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X