Tobatnya Seorang Perusak Karang di Raja Ampat

Kompas.com - 24/10/2017, 19:04 WIB
Nixon, pengajar lingkungan hidup di Raja Ampat yang giat suarakan konservasi pada anak sekolah. Ia menunjukan modul pelajaran konservasi lingkungan yang ia susun beserta guru-guru lain di Kabupaten Raja Ampat, Jumat (20/10/2017). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIANixon, pengajar lingkungan hidup di Raja Ampat yang giat suarakan konservasi pada anak sekolah. Ia menunjukan modul pelajaran konservasi lingkungan yang ia susun beserta guru-guru lain di Kabupaten Raja Ampat, Jumat (20/10/2017).
|
EditorSri Anindiati Nursastri

WAISAI, KOMPAS.com - Hari demi hari ia lewati dengan penebusan dosa masa lampaunya. Kini canda tawa anak-anak saat pelajaran konservasi menjadi energi baru bagi kehidupannya.

Nixon, pria berusia kepala empat itu kini getol memberikan teladan pada anak-anak soal konservasi. Ia pun jadi salah satu pionir tersusunnya kurikulum konservasi untuk sekolah-sekolah di Raja Ampat.

Baca juga : Ini Petunjuk Melihat Pari Manta Dari Dekat di Raja Ampat

Tak hanya mengajar muatan lokal tentang konservasi di sekolah-sekolah, Nixon juga menyulap rumahnya jadi taman belajar khusus pengetahuan alam. Tentunya sembari mengajarkan nilai-nilai luhur konservasi.

"Di samping kita mengajar juga kita harus menberikan dorongan semangat, bahwa alam itu milik mereka dan harus dirawat. Terutama saat kita ajak langsung ke alam, dan menjelaskan betapa banyak manfaat dan keindahannya," ungkap Nixon pada KompasTravel saat berkunjung ke SD Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Raja Ampat, Jumat (20/10/2017).

Garis depan koservasi

Kini selama seminggu, tak kurang dari lima tempat yang disinggahi Nixon untuk mengajar. Ada Pulau Kofiau sebagai tempat tinggalnya, Kampung Deer, Tolobi, dan Kampung Awat. Nixon mengajar di berbagai tempat mulai dari sekolah, rumah, gereja, dan tempat berkumpul anak dan pemuda kampung.

Nixon, pengajar lingkungan hidup di Raja Ampat yang giat suarakan konservasi pada anak sekolah.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Nixon, pengajar lingkungan hidup di Raja Ampat yang giat suarakan konservasi pada anak sekolah.
Hal itu Nixon lakukan sejak 2006, dengan pedoman dari buku-buku konservasi sekadarnya. Setahun kemudian barulah ia coba menyusun formula pengajaran, dan mengajarkan pada anak-anak dengan beberapa guru lain, termasuk sekolah Yapis tersebut.

Nixon tahu betul, anak-ana lah yang nanti akan mengemban tanggung jawab keindahan Raja Ampat setelah generasinya. Daya serap anak yang masih kuat, membuatnya melakukan beragam cara yang mengasyikkan seperti menggambar, berpuisi, berpetualang di alam, hingga menonton film.

"Banyak cara untuk menjelaskan ke anak-anak itu, kita bisa lewat banyak metode yang mengasyikkan untuk masukan itu nilai-nilai konservasi alam," katanya.

Baca juga : Berapa Minimum Biaya Diving untuk Pemula di Raja Ampat?

Nixon menceritakan kisah lampaunya yang kelam di balik indahnya batuan karang Raja Ampat. Hal-hal seperti mengambil biya di karang menggunakan linggis, hingga meracuni ikan dengan sianida menjadi kegemarannya di masa lampau.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X