Ini Strategi Garuda Terbang Langsung Jakarta-London

Kompas.com - 01/11/2017, 08:23 WIB
Wisawatan yang berada di London Eye, sebuah ikon wisata di Kota London yang berputar di sisi Sungai Thames, menjadi saksi serangan teror yang terjadi di depan Gedung Parlemen Inggris, Rabu (22/3/2017).  JOEL FORD/ AFPWisawatan yang berada di London Eye, sebuah ikon wisata di Kota London yang berputar di sisi Sungai Thames, menjadi saksi serangan teror yang terjadi di depan Gedung Parlemen Inggris, Rabu (22/3/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini Garuda Indonesia mendapat evaluasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, terkait salah satu rutenya yang paling berpotensi merugikan. Rute tersebut ialah Jakarta-London yang baru saja diresmikan dengan layanan direct flight, Rabu (31/10/2017) di Terminal 3, Soekarno Hatta, Cengkareng.

(Baca juga : Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Langsung Jakarta-London)

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan layanan penerbangan nonstop tersebut menjadi salah satu upaya restrukturisasi rute, merapikan beberapa rute yang dinilai kurang optimal dan efisien, dari Garuda Indonesia.

"Ada banyak manfaat yang kita lihat dari adanya rute ini. Selain menambah keterisian, tentunya akan banyak menghemat biaya hingga sepertiganya," ungkap Pahala N. Mansury, usai meresmikan layanan penerbangan langsung (direct flight) Jakarta-London pp di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

(Baca juga : Borough Market, Pasar Berusia 1.000 Tahun Favorit Turis di London)

Ia menjelaskan, dengan adanya pelayanan nonstop tanpa transit tersebut akan meningkatkan daya tarik baru bagi wisatawan United Kingdom (UK) maupun Indonesia. Karena dipastikan menjadi lebih nyaman, aman, dan efisien tanpa transit di Singapura selama ber jam-jam.

Garuda Indonesia meresmikan layanan nonstop Jakarta-London pp. Acara peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pahala Nugraha Mansury (nomor 2 dari kiri) bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (tengah) dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, I Gde Pitana (no 2 dari kanan) di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (31/10/2017).KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Garuda Indonesia meresmikan layanan nonstop Jakarta-London pp. Acara peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pahala Nugraha Mansury (nomor 2 dari kiri) bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (tengah) dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, I Gde Pitana (no 2 dari kanan) di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (31/10/2017).
Selain itu biaya yang bisa dipangkas, mencapai sepertiganya karena tak ada penambahan kru kabin, biaya masuk dan keluar bandara saat pesawat transit, hingga menghemat biaya bahan bakar pesawat.

Nampaknya tak hanya wisman UK yang dibidik ke Indonesia melalui penerbangan ini. Namun juga potensi satu juta warga UK yang setiap tahunnya pulang-pergi ke Australia (Melbourne).

(Baca juga : 8 Fakta Unik London Bridge, Ikon Ibu Kota Inggris)

Dengan penerbangan ini, potensi target 450 wisman UK tujuan Indonesia yang dicanangkan maskapai, akan ditambah 20-25 persen dari potensi satu juta penumpang rute UK-Australia. Dengan hanya dua jam transit di Terminal 3 Soekarno-Hatta, total perjalanan Heathrow -Melbourne yang sebelumnya 30 jam pun jadi hanya 22,5 jam.

"Jadi penumpang yang bisa kita angkut akan bertambah juga. Estimasi ke Australia 20-25 persen saja dulu targetnya, tapi dengan waktu tempuh, produk unggul, dan layanan kita ini memang sangat kompetitif dibanding produk airlines lain rute yang sama," kata Pahala.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik berkomentar soal manfaat hubungan baik yang akan terjalin dari penerbangan langsung ini. Ia mengatakan akan lebih intim, karena hanya dijalani oleh dua belah pihak.

Satu dari 400 taksi yang berstiker Wonderful Indonesia tampak di salah satu pusat kota London, Rabu (16/11/2016). KOMPAS.COM/JALU W WIRAJATI Satu dari 400 taksi yang berstiker Wonderful Indonesia tampak di salah satu pusat kota London, Rabu (16/11/2016).
"Dari data yang ada, direct flight bisa menimbulkan manfaat kerja sama dua negara hingga 40 persen. Meski kita tak tahu pasti akan sebesar itu, tapi saya yakin akan ada dampak besar yang dihasilkan.

Ia mengatakan jika tahun lalu, Inggris sudah menjadi penghasil wisatawan terbesar dari Eropa ke Asia, tahun ini akan ada peluang besar bagi Indonesia untuk menarik potensi tersebut. Selain itu, ada "rute kanguru" dengan potensi satu juta wismannya, jika bisa dimanfaatkan sedikit saja maka penerbangan ini bisa amat ramai.

"Jadi dari direct flight ini akan ada manfaat pariwisata, hubungan ekonomi, perdagangan dan lain lain yang nyata ke depannya," ungkap Moazzam Malik kepada rekan media.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X