Kompas.com - 03/11/2017, 12:34 WIB
Kedai halal jamak ditemukan di Phuket, Thailand, Jumat (4/8/2017). Pemerintah Thailand tengah mengembangkan Phuket sebagai salah satu kawasan wisata ramah wisatawan muslim dengan mudah ditemuinya restoran dan hotel halal serta masjid. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKedai halal jamak ditemukan di Phuket, Thailand, Jumat (4/8/2017). Pemerintah Thailand tengah mengembangkan Phuket sebagai salah satu kawasan wisata ramah wisatawan muslim dengan mudah ditemuinya restoran dan hotel halal serta masjid.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin mengembangkan halal tourism atau wisata halal di Jakarta. Rencana tersebut diucapkan di Balai Kota DKI
Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Lantas, apa komentar Sapta Nirwandar, mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif?

"Wisata halal itu adalah wisata yang berdasarkan faedah Islam. Esensinya adalah pelayanan bagi pemeluk agama Islam yang menjalankan syariat agamanya," kata Sapta yang juga praktisi wisata halal serta Ketua Umum Halal Lifestyle Center saat diwawancara KompasTravel melalui telepon, Kamis (2/11/2017).

(Baca juga : Menpar: Jakarta Masuk Top 5 Pengembangan Wisata Halal di Indonesia)

Menurut Sapta, elemen wisata halal mencakup berbagai aspek. Mulai dari makanan, pelayanan ibadah, akomodasi, dan hiburan.

(Baca juga : Kompetisi Wisata Halal, Indonesia Geser Posisi Para Legenda)

Untuk mendapatkan label halal bagi elemen tersebut, lanjut Sapta, harus didapat dari sertifikasi oleh lembaga yang berwenang. Seperti Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu kedai di Phuket, Thailand memasang sertifikat halal agar wisatawan atau warga yang beragama muslim tidak ragu untuk mampir dan bersantap. Pemerintah Thailand tengah mengembangkan Phuket sebagai salah satu kawasan wisata ramah wisatawan muslim dengan mudah ditemuinya restoran dan hotel halal serta masjid.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Salah satu kedai di Phuket, Thailand memasang sertifikat halal agar wisatawan atau warga yang beragama muslim tidak ragu untuk mampir dan bersantap. Pemerintah Thailand tengah mengembangkan Phuket sebagai salah satu kawasan wisata ramah wisatawan muslim dengan mudah ditemuinya restoran dan hotel halal serta masjid.

Sapta menjelaskan jika sebenarnya wisata halal telah dipraktikkan oleh berbagai negara.
Seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea. Sebutan lain dari wisata halal ini adalah muslim friendly.

"Pasar wisata halal ini besar sekali, karena banyak yang membutuhkan. Seperti Malaysia dapat 3,5 juta wisatawan muslim, Thailand 4 juta wisatawan, Indonesia cuma 2,2 juta atau 2,5 juta wisatawan muslim," kata Sapta.

Wisata halal, tambah Sapta, bukan berarti tertutup bagi wisatawan non muslim. Justru dengan wisata halal, ada dua pasar yang didapat yakni wisatawan muslim dan non muslim. Sehingga dapat memberi pemasukan yang lebih besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Travel Promo
Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Travel Update
Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Travel Update
Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Travel Update
Lebih Dari 1.100 Pekerja Wisata di Kota Batu Dirumahkan Akibat PPKM Darurat

Lebih Dari 1.100 Pekerja Wisata di Kota Batu Dirumahkan Akibat PPKM Darurat

Travel Update
Kampung Wisata Petak Enam Jadi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Kampung Wisata Petak Enam Jadi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Travel Update
Cegah Varian Delta, Pengunjung Museum Smithsonian di AS Wajib Pakai Masker Lagi

Cegah Varian Delta, Pengunjung Museum Smithsonian di AS Wajib Pakai Masker Lagi

Travel Update
Jadwal Operasional MRT Jakarta Mulai 2 Agustus 2021, Selang Waktu Lebih Lama

Jadwal Operasional MRT Jakarta Mulai 2 Agustus 2021, Selang Waktu Lebih Lama

Travel Update
Phuket Tetap Sambut Turis Asing, tetapi Tutup untuk Pelancong Lokal Thailand

Phuket Tetap Sambut Turis Asing, tetapi Tutup untuk Pelancong Lokal Thailand

Travel Update
Pengaruh Selat Malaka bagi Sriwijaya, Jalur Perdagangan yang Jadi Rebutan

Pengaruh Selat Malaka bagi Sriwijaya, Jalur Perdagangan yang Jadi Rebutan

Jalan Jalan
Nasib Malang Sederet Fasilitas Bekas Olimpiade yang Terlupakan, Mana Saja?

Nasib Malang Sederet Fasilitas Bekas Olimpiade yang Terlupakan, Mana Saja?

Jalan Jalan
Nasib Sederet Tempat Bekas Olimpiade di Berbagai Negara yang Masih Digunakan, Seperti Apa?

Nasib Sederet Tempat Bekas Olimpiade di Berbagai Negara yang Masih Digunakan, Seperti Apa?

Jalan Jalan
Bukit Cendana, Padang Savana Tempat Berburu Golden Sunset di Sumba

Bukit Cendana, Padang Savana Tempat Berburu Golden Sunset di Sumba

Jalan Jalan
Raden Patah, Keturunan Majapahit yang Mendirikan Kerajaan Demak

Raden Patah, Keturunan Majapahit yang Mendirikan Kerajaan Demak

Jalan Jalan
Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X