Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/11/2017, 21:06 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan wisatawan Muslim generasi milenial di dunia diprediksi akan terus bertumbuh pesat. Peluang pertumbuhan pasar wisatawan Muslim milenial hingga mencapai nilai sebesar 100 miliar dollar AS pada tahun 2025.

Hal itu terungkap berdasarkan laporan terbaru dari Mastercard-HalalTrip Muslim Millenial Travel Report 2017 (MMTR2017). Laporan tersebut mengungkapkan pentingnya perkembangan generasi penerus dari wisatawan Muslim terhadap sektor pariwisata di seluruh dunia.

(Baca juga : Australia Barat yang Ramah Terhadap Wisatawan Muslim...)

Fazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating & HalalTrip, mengatakan bahwa laporan MMTR2017 memberikan wawasan-wawasan terkait dengan pasar wisatawan Muslim milenial yang berkembang pesat dan memiliki pengaruh yang semakin besar serta peluang-peluang yang dihadirkan oleh tren global.

(Baca juga : Ngaminang di Kampung Muslim Tertua di Bali)

“Tidak ada keraguan bahwa semua pihak di sektor pariwisata harus lebih memperhatikan pasar wisatawan Muslim milenial ini yang dapat mendorong pengeluaran untuk tiket pesawat, hotel dan wisata,” ujar Fazal dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Jumat (3/11/2017).

Wisatawan asing sedang menikmati Pantai Kuta Lombok. Lombok menjadi destinasi World Best Halal Tourism dan World Best Halal Honeymoon pada kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition  pada 2015 lalu.Ira Rachmawati / Kompas.com / Banyuwangi Wisatawan asing sedang menikmati Pantai Kuta Lombok. Lombok menjadi destinasi World Best Halal Tourism dan World Best Halal Honeymoon pada kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition pada 2015 lalu.
Fazal menilai pasar wisatawan Muslim yang berkembang pesat sangat menguntungkan bagi pariwisata kontemporer. Wisatawan Muslim milenial, lanjutnya, akan memasuki fase puncak dari pendapatan, pengeluaran dan perjalanan mereka dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

“Pertumbuhan dari segmen pasar Muslim muda yang semakin makmur ini menunjukkan adanya sebuah potensi yang sangat besar bagi pasar internasional yang bergerak di bidang produk dan layanan yang ramah terhadap Muslim," ujarnya.

(Baca juga : Soal Makanan, Generasi Milenial Selalu Menuntut Hal Baru)

Ia menyebut perjalanan wisata bagi generasi Muslim milenial kini berkembang dengan pesat seiring dengan adanya konsumen yang memiliki penghasilan yang lebih besar. Wisatawan Muslim milenial mencari pengalaman yang lebih eksotis dengan tujuan yang lebih jauh dibanding orang tua mereka.

(Baca juga : Inikah Maskapai Penerbangan untuk Milenial?)

“Di saat Anda mungkin menganggap bahwa pasar perjalanan Muslim masih relatif kecil, wawasan-wawasan yang diberikan dari laporan ini akan menyediakan sebuah panduan yang jelas di mana para pelaku industri pariwisata perlu memfokuskan upaya-upaya yang mereka lakukan,” jelas Fazal.

Sejumlah orang mengarak kue Walima di Desa Wisata Reliji Buhohu Bongo, Gorontalo. Gorontalo akan mengenalkan produk wisata halal kepada wisatawan nusantara dan asing.KOMPAS.com/ROSYID AZHAR Sejumlah orang mengarak kue Walima di Desa Wisata Reliji Buhohu Bongo, Gorontalo. Gorontalo akan mengenalkan produk wisata halal kepada wisatawan nusantara dan asing.
Aisha Islam, Vice President, Core & Digital Products, Indonesia, Malaysia & Brunei Division, Mastercard mengatakan, “Nilai-nilai yang dipegang oleh kaum milenial semakin beralih dari hanya ingin memiliki sebuah barang kini juga ingin mendapatkan pengalaman seperti yang dapat diperoleh saat melakukan perjalanan."

Bagi para Muslim milenial, lanjut Aisha, perjalanan merupakan lebih dari sekadar liburan, tetapi juga sering kali dianggap sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri mereka. Selain itu, generasi Muslim millenial juga mencari pengalaman baru dan membuat hubungan yang lebih erat dengan keluarga serta teman.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+