14,5 Jam Terbang Langsung dari Hangatnya Jakarta ke Romantisnya London - Kompas.com

14,5 Jam Terbang Langsung dari Hangatnya Jakarta ke Romantisnya London

Kompas.com - 06/11/2017, 09:50 WIB
Suasana di kabin kelas bisnis dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/Caroline Damanik Suasana di kabin kelas bisnis dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).

LONDON, KOMPAS.com – Siapa yang tak ingin pergi ke London, kota besar nan klasik dengan keromantisan di segala sudutnya?

Ibu saya gembira sekali setelah saya beri tahu bahwa saya akan kembali pergi ke London untuk tugas kantor. Saya yang akan pergi, dia yang gembira setengah mati. Meski pada akhirnya Ibu bilang “mudah-mudahan suatu saat kita bisa bareng ke sana”.

“Amin Ma,” kata saya mengulang ucapan yang sama di dalam hati.

“Naik apa? Berapa lama ke sana?” dua pertanyaan beruntun dengan nada khas ibu-ibu yang ingin tahu anak gadisnya mau ke mana (padahal saya bukan anak gadis lagi) lalu mengalir.

“Naik Garuda Indonesia. Sekitar 14,5 jam,” jawab saya.

“Itu ada transit di mana nanti?” tanyanya lagi.

“Enggak ada transit. Langsung ke London, Ma,” tutur saya.

(Baca juga : Ini Strategi Garuda Terbang Langsung Jakarta-London)

Ibu kaget, karena menurut dia, biasanya penerbangan jarak jauh dari Indonesia ke luar negeri harus diselingi transit di negara lain yang lokasinya ada di tengah-tengah rute. Kira-kira begitu.

Saya pun bercerita.

***

Pramugari melayani penumpang dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/Caroline Damanik Pramugari melayani penumpang dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).
Garuda Indonesia membuka rute penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ke Bandara Heathrow, London, pada tahun ini. Penerbangan perdananya dilakukan pada 31 Oktober 2017 dan akan melayani para penumpang setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Saya beruntung, mewakili kantor, ikut dalam penerbangan langsung Jakarta-London dalam pekan perdana ini.

(Baca juga : Garuda Indonesia Raih Predikat Maskapai Bintang Lima dari APEX)

Bersama dengan kami, Sabtu (4/11/2017), terbang pula Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury yang akan mengikuti agenda pertemuan masing-masing di London. Sebelum take-off, kami sempat bercengkerama sebentar di kabin kelas bisnis.

“Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama yang melayani penerbangan nonstop dari Jakarta ke London,” kata Pahala.

Sebagai bagian dari upaya promosi, hingga 15 November ini, tiket penerbangan nonstop pergi-pulang masih dijual dengan harga mulai dari Rp 9,9 juta untuk perjalanan hingga 31 Agustus 2018.

Penerbangan langsung ini juga terkoneksi dengan penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Melbourne, Australia. Dan rencananya, juga akan terkoneksi dengan Sydney dan Perth.

Oleh karena itu, Garuda optimistis rute yang kerap disebut rute kanguru tersebut akan banyak diminati karena ketiga kota ini termasuk daftar tujuan terbanyak penumpang dari dan ke Inggris.

 

Layar hiburan di kelas bisnis Garuda Indonesia dalam penerbangan langsung dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017)/KOMPAS.com/Caroline Damanik Layar hiburan di kelas bisnis Garuda Indonesia dalam penerbangan langsung dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017)/
Sekitar 15 menit setelah jadwal pukul 12.05 WIB yang tertera di tiket, pesawat Boeing 777-300 ER yang berkapasitas 314 penumpang ini pun take-off, memulai perjalanan sekitar 14,5 jam.

Ini pengalaman kedua saya berangkat ke London. Pada pengalaman sebelumnya pada tahun 2014, saya berangkat dengan menggunakan salah satu maskapai Eropa. Saya berangkat pukul 18.45 dari Jakarta lalu tiba di Schiphol, Amsterdam, pada pukul 05.55 waktu setempat keesokan harinya. Transit sekitar 1 jam lalu terbang lagi hingga tiba di London pada pukul 07.40 waktu setempat. Total lama penerbangannya mencapai 17,5 jam.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari situs resmi Singapore Airlines, berikut transit sekitar 1 jam di Bandara Internasional Changi, durasi penerbangannya minimal sekitar 17 jam kurang 5 menit.

Biar tak mati gaya

Buat saya, berbelas-belas jam duduk di pesawat itu membosankan. Oleh karena itu, dalam perjalanan ke London, ataupun ke California, sebelumnya, saya biasanya sudah menyiapkan buku, biasanya satu buku dan beberapa e-book.

Hanya saja, kali ini saya tidak membawanya karena berencana mengerjakan sejumlah tugas di gadget. Dokumen yang perlu sudah diunduh sehingga bisa dikerjakan di Samsung Note 5 saya atau di laptop. Cukuplah mengisi waktu luang selama 14,5 jam, pikir saya.

Namun, rencana saya berubah dan justru jadi lebih menarik.

Saat check-in, kru Garuda Indonesia membagikan voucher wifi on board "Garuda In-flight Connectivity" senilai 21.95 dollar AS atau sekitar Rp 297.000 kepada kami yang akan berangkat. Voucher ini memberikan akses 24 jam penggunaan internet di pesawat kepada penumpang.

 

Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung dari Jakarta ke London sejak 31 Oktober 2017.KOMPAS.com/Caroline Damanik Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung dari Jakarta ke London sejak 31 Oktober 2017.
Akses 24 jam biasanya sudah diberikan gratis kepada penumpang di First Class. Sementara itu, untuk penumpang kelas bisnis dan ekonomi dikenakan charge tambahan dengan pilihan akses selama 3 jam, 1 jam atau hanya text chat berkapasitas 20 MB.

Berselancar di internet memberikan keleluasaan bagi saya untuk menyelesaikan sejumlah tugas, seperti tulisan dan bahan presentasi lebih cepat daripada yang direncanakan. Tentu saja juga karena mood booster berupa daftar lagu jazz yang dilantunkan Michael Buble dari layar hiburan di depan saya.

Saya juga bisa browsing untuk mengecek tempat-tempat yang akan kami kunjungi di London, seperti Greenwich Royal Observatory, National History Museum dan Shoreditch, meng-update berbagai kabar dari keluarga dan kantor via text chat.

Dan tentu saja, saya bebas posting foto dan video bermuatan senyum dan kegembiraan di Instagram. IG story yang pasti.

"Enggak bakal mati gaya!" kalau kata kids zaman now.

Selain akses internet, bagi saya, hal lain yang juga membuat penerbangan belasan jam tak terasa adalah makanan. Dalam penerbangan ini, makanan dan minuman terus berdatangan.

Baru boarding saja, penumpang sudah ditawarkan welcome drink dan handuk panas. Silakan pilih jus markisa terong belanda alias martabe atau jeruk. Saya pilih martabe tentu saja. Kombinasi jus dan handuk panas untuk menyegarkan penumpang menjelang perjalanan panjang menuju London.

Sejam kemudian, di kelas bisnis, pramugari akan mendatangi satu per satu penumpang untuk menanyakan menu pilihan penumpang yang akan disajikan sekitar dua jam kemudian.

Grilled beef sirloin dan souffle kentang, salah satu menu makanan utama dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/Caroline Damanik Grilled beef sirloin dan souffle kentang, salah satu menu makanan utama dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).
Sepanjang perjalanan menuju London, ada dua kali makan besar yang meliputi makanan pembuka, makanan utama hingga dessert. Setiap menu, pilihannya selalu dilengkapi menu Indonesia maupun menu Western.

Misalnya, untuk menu appetizer ada selada daging ala Thailand, tuna salad dengan telur puyuh rebus, olive hijau, arthicoke dan tomat ceri, juga ada soto padang serta sup labu panggang parang dengan krim asam dan jamur enoki.

Sedangkan untuk menu utama misalnya sate ayam dengan nasi goreng kambing, daging sapi rendang iris dibalut dengan tortilla wrap, pepes ikan baramundi serta pasta agnolotti isi jamur dengan saus krim tomat.

Favorit saya, soto mie bogor untuk appetizer pada makan kedua dan menu makanan utama grilled beef sirloin dengan souffle kentang, aparagus, jamur dan tomat ceri pada makan pertama. Sirloinnya lembut sedangkan souffle kentangnya, meski agak kering, rasanya enak sekali, creamy dan gurih.

Untuk dessert, saya ingin sekali makan choco lava, namun saat saya dihampiri pramugari, saya diberi tahu bahwa choco lava sudah dipesan penumpang lain.

Namun, ketika opsi lainnya, parfait buah markisa ala Sumatera Utara, sampai di meja saya, isinya ludes dalam beberapa menit. Rasa susu dan cokelat putih berpadu sempurna dengan asamnya potongan buah kiwi, stroberi dan markisa.

Welcome drink berupa jus markisa terong belanda dan handuk hangan dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/Caroline Damanik Welcome drink berupa jus markisa terong belanda dan handuk hangan dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017).
Dari pengalaman on board, dua kali makan besar berlangsung sekitar 3 jam setelah take-off dan 2 jam sebelum landing. Di sela itu, penumpang bisa memesan makanan ringan, seperti sate ayam, mie ayam, irisan buah dan nachos selama tersedia serta kudapan, seperti cokelat dan wafer, bebas kapan saja. Free flow minuman dan kudapan juga berlaku di kelas ekonomi.

"Serius ini makan lagi?" ungkap salah satu teman ketika ditawarkan makanan ringan dan minuman untuk kesekian kalinya.

Selain makanan, energi lainnya datang dari layar hiburan Garuda di depan saya. Setelah lampu kabin mulai dimatikan 5 jam setelah take-off, teman-teman seperjalanan saya memilih untuk tidur. Saya yang belum mengantuk memilih untuk menonton film.

Film yang saya cari langsung tersedia di layar depan "New Releases". Wonder Woman!

Film yang dibintangi aktris cantik asal Israel, Gal Gadot, itu belum sempat saya tonton saat sedang diputar di bioskop. Kalimat pembuka Diana, tokoh utama dalam film ini, berhasil membuat saya bertahan selama 2 jam 14 menit hingga film habis.

"I used to want to save the world. This beautiful place. But I knew so little then. It is a land of beauty and wonder, worth cherishing in every way. But the closer you get, the more you see the great darkness simmering within. And mankind? Mankind is another story altogether. What one does when faced with the truth is more difficult than you think. I learned this the hard way a long, long time ago. And now, I will never be the same," demikian kata Diana dari Themyscira.

***

 

Salah satu kelengkapan kabin penumpang di kelas bisnis dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017), yaitu remote layar hiburan dan pengatur kenyamanan kursi.KOMPAS.com/Caroline Damanik Salah satu kelengkapan kabin penumpang di kelas bisnis dalam penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke London, Sabtu (4/11/2017), yaitu remote layar hiburan dan pengatur kenyamanan kursi.

Sekitar pukul 23.00 waktu Jakarta, saya memutuskan untuk tidur. Rasa kantuk juga menyerang hebat. Ini kali pertama saya tidur di penerbangan ini.

Satu jam kemudian saya dibangunkan untuk makan besar yang kedua. Saya tetap makan meski ngantuk berat. 15 menit kemudian, saya langsung tidur lagi.

Saya baru bangun setelah suara berat menggema di kabin, suara pilot yang mengumumkan bahwa dalam waktu 30 menit ke depan kami akan mendarat di Bandara Internasional Heathrow di London.

"Suhu di darat dilaporkan 9 derajat celcius. Sementara itu, beda waktu di London 7 jam lebih lambat dari Jakarta," ujar sang pilot.

Pada musim gugur dan dingin, beda waktu Jakarta-London menjadi 7 jam, satu jam lebih lama daripada beda waktu saat musim panas dan gugur.

Saat landing, waktu di London menunjukkan pukul 19.40. Artinya di Jakarta pukul 02.40 WIB. Kantuk masih menggelayut. Sejumlah teman sibuk berargumen 14,5 jam ini sebagai perjalanan yang terasa lamanya atau tidak.

Tetapi udara dingin yang menyergap wajah ketika pintu otomatis Terminal 3 Bandara Heathrow di dekat tempat pengambilan bagasi terbuka dan sepasang pria dan wanita yang berpelukan di tengah udara 9 derajat celcius lalu membuat saya sadar.

Selamat datang di London!

 

Suasana London pada malam hari, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/Caroline Damanik Suasana London pada malam hari, Sabtu (4/11/2017).

 

 

Kompas TV Terminal 3 Ultimate Soetta Resmi Layani Rute Internasional


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X