Silk Air yang Ramah Turis Muslim

Kompas.com - 07/11/2017, 09:07 WIB
Silk Air saat penerbangan perdana Singapura-Hiroshima, 30 Oktober 2017. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRISilk Air saat penerbangan perdana Singapura-Hiroshima, 30 Oktober 2017.
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Jika Anda seorang muslim, mungkin Anda tak akan berharap banyak saat traveling menggunakan jasa maskapai penerbangan asal luar negeri. Namun salah satu maskapai asal Singapura, Silk Air, bisa membuat turis muslim merasa istimewa dalam penerbangan.

Silk Air adalah maskapai yang bernaung di bawah Singapore Airlines. Bersama satu "saudara" lainnya yakni Scoot, Silk Air memiliki beberapa rute dari Indonesia. Rute Silk Air yang jadi favorit wisatawan adalah Bandung-Singapura. Dari base-nya yakni Singapura, Silk Air terbang ke berbagai destinasi di regional Asia.

Rute terbaru maskapai ini adalah Singapura-Hiroshima (Jepang), yang terbang perdana pada 30 Oktober 2017 lalu. KompasTravel termasuk dalam rombongan penerbangan perdana ini.

(Baca juga : Silk Air Turut Promosikan Pariwisata Indonesia)

Pesawat yang digunakan adalah Boeing 737-800 Max 8 dengan konfigurasi kursi 3-3 pada Economy Class dan 2-2 pada Business Class. Pesawat berangkat dari Singapura sekitar pukul 01.45 dini hari, dan tiba di Hiroshima sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Lama perjalanan sekitar 6 jam 30 menit.

Meski berangkat naik Economy Class, setiap penumpang diberikan selimut untuk beristirahat malam hari. Amenities kit berisi kaus kaki dan sikat gigi juga diberikan pada awal perjalanan. Untuk ukuran kelas ekonomi, legroom pada kursi cukup lapang.

Oleh karena masih dini hari, pencahayaan kabin sengaja dibuat remang-remang, agak kebiruan, sebelum lampu kabin dimatikan beberapa saat kemudian. Membuat suasana menjadi tenang dan kondusif untuk beristirahat.

Beberapa saat usai lepas landas, penumpang yang masih terbangun mendapat snack berupa mixed nut dan pilihan minuman. Saat hari beranjak pagi dan cahaya matahari mulai mengintip dari cakrawala, kabin kembali dipenuhi cahaya remang kebiruan dan pramugari mulai menyuguhkan makanan.

"Excuse me, are you a Moslem?" (maaf, apakah Anda seorang muslim?) langsung ditanyakan pramugari begitu mengedarkan makanan. Saya mengangguk. Pramugari kemudian sigap memberikan makanan dengan jenis berbeda dengan dua penumpang lain di sebelah saya.

 

Menu di Economy Class Silk AirKOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Menu di Economy Class Silk Air
Menu saya pagi itu adalah bihun dengan ayam pedas, tempe kering dan ikan, roti dan mentega sebagai makanan pembuka, dan buah segar sebagai penutup. Minuman yang dipilih adalah ocha alias teh hijau hangat khas Jepang, negara tujuan saya kali ini.

Menu di Business Class

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Travel Update
Disparbud Garut: Cuti Bersama 2021 Dipangkas Pengaruhi Pendapatan Warga

Disparbud Garut: Cuti Bersama 2021 Dipangkas Pengaruhi Pendapatan Warga

Travel Update
Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Travel Update
Longsor di Cilawu Garut, Desa Wisata Dayeuhmanggung Tidak Terdampak

Longsor di Cilawu Garut, Desa Wisata Dayeuhmanggung Tidak Terdampak

Travel Update
Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Travel Update
7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X