Kompas.com - 08/11/2017, 07:08 WIB
Suasana persiapan acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Graha Saba, Solo, Senin (6/11/2017). Fabian Januarius KuwadoSuasana persiapan acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Graha Saba, Solo, Senin (6/11/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Rangkaian prosesi adat akan dilakukan sepanjang pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu.

Pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution yang berasal dari dua suku berbeda tentunya memiliki andil masing-masing dalam pernikahan ini.

Selain rangkaian siraman, midodareni, dan adat Jawa lainnya, Tapanuli Selatan yang merupakan tanah asal Bobby akan menyumbang musik gondang saat mengiringi resepsi.

(Baca juga : Ini Estimasi Harga Paket Pernikahan Kahiyang-Bobby di Solo)

Musik khas tersebut akan menemani alunan gamelan dalam beberapa waktu resepsi pernikahan mereka di Solo. Lalu apakah itu musik gondang? Mari kita lebih mengenalnya.

Gondang sebenarnya tak hanya nama dari alat musik yang didominasi gendang. Ahli Antropologi Universitas Indonesia (UI) Erlina Pardede mengatakan, gondang tak hanya sebatas serangkaian alat musik, tetapi juga alat komunikasi sejak nenek moyang.

"Gondang itu kan bukan sekadar alat musik, tapi itu juga alat komunikasi dengan Mulajadi na Bolon, juga alat komunikasi Boru, Hula-hula, Dongan Sabutuha," ungkapnya saat dihubungi KompasTravel, Selasa (7/11/2017).

(Baca juga : Alternatif Penginapan di Solo saat Pernikahan Kahiyang-Bobby)

Ia memperkirakan, lebih dari 200 tahun lalu gondang sudah ada di kalangan leluhur Tapanuli, termasuk Tapanuli Selatan.

"Dahulu, itu adalah alat komunikasi dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Banyak pemain gondang di masa itu, sebelum main harus berpuasa, dan berdoa," ungkap Erlina Pardede.

Kereta kencana milik pemerintah Kota Solo dihias sebelum digunakan untuk mengantar putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, ke pelaminan dalam prosesi pernikahan yang akan digelar pada 8 November 2017.KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Kereta kencana milik pemerintah Kota Solo dihias sebelum digunakan untuk mengantar putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, ke pelaminan dalam prosesi pernikahan yang akan digelar pada 8 November 2017.
Ia menjelaskan setiap bunyinya memiliki makna untuk berkomunikasi dengan leluhur pada masanya. Bisa dengan nenek moyang, hingga yang sudah meninggal.

Ia mengungkapkan, dahulu sempat ada penolakan terhadap gondang, dari berbagai agama yang masuk, hingga zaman penjajahan. Karena musik dengan tarian tor-tornya kerap mengandung makna mistis.

Namun, kini musik khas Tapanuli tersebut sudah dimaknai lebih umum, sebagai seremonial kebudayaan. Tanpa embel-embel mistis, kini musik gondang bisa dimainkan di tiap hari besar, pernikahan, pesta panen, pesta marga, rumah baru, dan sebagainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.