Tak Hanya Tempat Wisata, Kalibiru Jadi Lapangan Kerja untuk Penduduk Sekitar

Kompas.com - 08/11/2017, 20:06 WIB
Salah satu spot foto di Bukit Kalibiru, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (3/11/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahSalah satu spot foto di Bukit Kalibiru, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (3/11/2017).
|
EditorSri Anindiati Nursastri

KULON PROGO, KOMPAS.com - Tidak hanya menjadi obyek wisata yang dituju para wisatawan, Kalibiru di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, rupanya menghasilkan lapangan pekerjaan untuk penduduk sekitarnya.

Pengelola wisata alam Kalibiru, Sudadi mengatakan para pekerja yang ada di Kalibiru adalah murni warga sekitar.

“Ada 250 personel yang terlibat di pariwisata Kalibiru. Hampir 75 persen warga terserap tenaganya di sektor wisata ini,” kata Sudadi saat ditemui KompasTravel di Wisata Alam Kalibiru, Jumat (3/11/2017).

Baca juga : Obyek Wisata Kalibiru di Kulon Progo Tambah Jumlah Spot Foto

Sudadi mengatakan bahwa semula ia adalah seorang petani. Hingga saat ini dirinya mengaku terus belajar untuk mengelola obyek wisata tersebut.

Sementara itu ada sekitar 76 karyawan yang statusnya sudah tetap. Mereka juga dibayar dengan upah minimum pekerja di sana sekitar Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Kemudian, tercatat pula ada 30 karyawan freelance.

Karyawan yang bekerja di sana beraneka ragam, ada yang memang hanya lulusan SD, SMP, dan SMA. Namun banyak pula yang lulusan S1 dan mereka kembali ke kampungnya untuk memajukan sektor pariwisata di daerahnya.

Baca juga : Rela Antre demi Foto di Keindahan Kalibiru

Tetapi, jika hari libur dan libur panjang, personel bisa bertambah hingga 1.500 orang. Hal ini dilakukan agar para wisatawan dapat terlayani dengan baik. Sebab, para karyawan tidak hanya bekerja di dalam area wisata, namun ada pula yang bekerja di jalan menuju tempat wisata tersebut.

Dari hasil yang didapatkan, dana tersebut tidak hanya digunakan untuk perawatan dan pembangunan di area wisata. Sudadi menjelaskan hasil keuntungan dari tiket masuk obyek wisata ini digunakan juga untuk program sosial.

“Kita punya program bedah rumah untuk warga sekitar. Di tahun 2017 ini kita sudah lima rumah kita bedah dengan nominal Rp 15 juta setiap rumahnya,” kata Sudadi.

Baca juga : Kisah Perempuan Lansia Pengangkut Batu dan Pasir di Wisata Kalibiru

Kalibiru terkenal dengan objek wisata yang mewarkan panorama pegunungan dan Waduk Sermo nan indah. Kini spot foto yang bisa digunakan wisatawan sudah bertambah hingga ada tujuh spot foto.

Ke depannya, direncakan akan dibangun spot foto lainnya berupa ayunan dan sepeda yang menawarkan latar belakang panorama pegunungan juga Waduk Sermo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X