Kompas.com - 13/11/2017, 09:07 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Di Greenwich, kapal ini sudah berfungsi sebagai museum. Pengunjung bisa melihat benda-benda kenangan Cutty Sark pada masanya, mulai dari cangkir teh buatan Royal Doulton dari Perang Dunia II hingga instrumen navigasi yang pernah digunakan lapal ini. Kenangan ini disajikan interaktif, terutama untuk anak-anak. Selain itu, sekarang Cutty Sark juga dijadikan tempat pertunjukan teater.

Biaya : 11,5 pounds (dewasa) dan 5,95 pounds (anak)
Jam operasional : 10.00-17.00

4. Afternoon Tea di The Fan Museum

Sebenarnya, ini adalah tempat pertama yang kami kunjungi begitu kapal Thames River Service merapat di Greenwich Pier. Kami berjalan melintasi taman Old Royal Naval College lalu keluar di sisi lain kompleks ini menuju Crooms Hill dan mencapai museum ini dalam waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Itu sudah termasuk foto-foto sekitar 5 menit.

The Fan Museum adalah museum tentang kipas yang dibuka pada tahun 1991. Ada sekitar 4.000 koleksi yang dipajang, mulai dari kipas klasik dari abad ke-10 hingga kipas dengan gambar ala street-art kekinian. Di toko suvenirnya, ada pula kipas asal Indonesia bermotif batik yang dijual dengan harga 4,5 pounds atau sekitar Rp 81.000.

Namun yang tak kalah menarik dari museum ini adalah aktivitas afternoon tea, tradisi minum teh ala orang Inggris pada sore hari, di sebuah ruangan semacam kafe berdinding kaca yang terletak di antara tanaman jeruk di belakang The Fan Museum yang kerap disebut orangery.

Di ruangan ini, ada sekitar 7 meja yang hampir penuh sore itu. Kami yang sudah memesan meja sebelumnya langsung duduk di meja dekat pintu. Tiga perempuan berusia 50-an dan berpenampilan elegan mengisi meja sebelah kami.

GreenwichKOMPAS.com/Caroline Damanik Greenwich

Pelayan lalu menawarkan pilihan teh kepada kami, antara lain black tea atau English Breakfast. Dia juga menyebutkan kopi sebagai pilihan. Lalu datanglah sejumlah teh dan secangkir kopi untuk kami hanya dalam beberapa menit.

“Orang Inggris biasa meminum teh dengan susu,” kata Bianka sambil menuangkan teko kecil berisi susu cair ke cangkir tehnya.

Setelah itu, kudapan khas Inggris yang melengkapi afternoon tea berdatangan, mulai dari Victoria Sponge, lemon drizzle cake atau salted caramel brownie serta scone dengan clotted cream dan selai buah. Kudapan-kudapan ini diletakkan di rak susun berwarna putih yang klasik.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.