Kompas.com - 14/11/2017, 12:25 WIB
Warga menyaksikan festival teh tradisional di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu ( 12/11/2017). KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIWarga menyaksikan festival teh tradisional di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu ( 12/11/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

KARANGANYAR, KOMPAS.com — Bagi Anda pecinta teh, cobalah datang ke Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Selain suguhan sensasi pemandangan ratusan hektar perkebunan teh yang membentang di desa itu, Anda dapat menikmati varian rasa teh tradisional yang dibuat warga setempat.

Soal kualitas tidak kalah rasa dengan teh produk pabrikan. Beberapa tahun terakhir, unit usaha kecil menengah (UKM) teh Kemuning tumbuh pesat dengan menyajikan produksi aneka rasa teh.

Mulai teh asli, teh jahe, teh melati, teh kopi, teh sere, teh putih, teh mint hingga teh hijau. Pasarannya tidak main-main. Beberapa UKM sudah memasarkan teh hingga mancanegara.

"Teh kemuning produksi kami sudah kami jual hingga Hongkong, Jepang dan Korea. Mereka memesan lewat jaringan online, " kata Luki Yanto, anggota UKM Teh Kemuning kepada Kompas.com disela-sela acara Festival Teh Kemuning di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Minggu (12/11/2017).

(Baca juga : Sensasi Minum Teh Kulit Salak di Tengah Kebun Salak)

Selain memiliki cita rasa yang khas, teh kemuning tradisional terjangkau harganya. Kemasan 200 gram, cukup merogoh kocek Rp 10.000 hingga Rp 12.000.

Luki mengaku seluruh pengolahan teh tradisional ini menggunakan kayu bakar. Dengan demikian cita rasa teh Kemuning akan berbeda dengan teh modern seperti teh celup dan teh kemasan pabrikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga : Teh Earl Grey untuk Topping Pancake, Seperti Apa Rasanya?)

Lain halnya dengan Luki, Priyanto anggota UKM teh tradisional Kemuning lainnya mengatakan pecinta teh tradisionalnya kian hari makin meningkat. "Bahan baku yang saya gunakan sekarang sudah mencapai satu ton daun teh," kata Priyanto.

Priyanto optimis, pasaran teh tradisional asal Desa Kemuning akan terus meningkat lantaran kemurniannya. Selain itu varian rasa dan pengolahan tradisional menjadi keunggulan dibandingkan dengan teh celup dan teh kemasan pabrikan.

Sementara itu, Darsono, panita Festival Teh Kemuning, menyebutkan keunggulan teh tradisional Kemuning dibandingkan teh lainnya lantaran syarat tumbuh teh terpenuhi semua. Tak hanya itu, cita rasa sepet tehnya memiliki kekhasan tersendiri.

"Teh Kemuning yang dikembangkan UKM murni. Makanya rasanya unggul," ujar Darsono.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.