Kompas.com - 15/11/2017, 15:10 WIB
Pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi mengunggah foto liburannya di Taman Nasional Komodo, NTT. TWITTER/@VALEYELLOW46Pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi mengunggah foto liburannya di Taman Nasional Komodo, NTT.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan setuju jika ada pola pengaturan pengunjung yang ingin melihat komodo di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya setuju, jadi memang kapasitas (untuk melihat) komodo itu harus dibatasi. Tapi sampai sekarang ya sudah pas sih (pengunjungnya). Akan kita batasi (jika pengunjung) di atas 100.000,” ujar Arief saat ditemui di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

(Baca juga : Komodo Disebut Alami Stress, Berapa Banyak Turis yang Datang?)

Ia menjelaskan, ketika wisatawan sudah lebih dari angka tersebut, maka akan diterapkan pengaturan jadwal. Selain itu juga akan dilakukan perbaikan tarif.

“Kalau ingin ada pembatasan (pengunjung) ya itu salah satunya (perbaikan tarif),” katanya.

(Baca juga : Komodo Disebut Alami Stress, Ini Penjelasan Balai TN Komodo)

Dari pembatasan tersebut, menurut Arief, tidak akan mengganggu target yang telah ditetapkan. Sebab, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara di Labuan Bajo totalnya dobel. "Artinya jumlah wisatawannya makin meningkat," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arief menjelaskan, jika diterapkan pengaturan jadwal kunjungan dipastikan tidak ada kontradiksi. Karena hal utama yang wajib dilakukan adalah menjaga daerah wilayah konservasi juga kelestariannya.

Wisatawan mancanegara asal India memotret satwa endemik komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/11/2015).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan mancanegara asal India memotret satwa endemik komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/11/2015).
Dengan demikian, Arief mengimbau pada seluruh wisatawan agar mau didampingi petugas atau guide ketika menjelajah di Taman Nasional Komodo.

“Jalan tengahnya di damping (petugas), jadi kita tenang dan wisatawannya juga tenang. Menurut saya pemandu kita di sana tidak mahal, sudah resmi, dan berseragam. Poinnya adalah selalu didampingi (petugas),” kata dia.

(Baca juga : Valentino Rossi Unggah Foto Liburan di TN Komodo)

Baru-baru ini beredar kabar bahwa komodo yang hidup di Taman Nasional Komodo, mengalami stres akibat banyaknya wisatawan yang datang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Maurius Ardu Jelamu mengatakan khawatir dengan kondisi komodo yang diduga mengalami stres.

"Saya mendapatkan masukan dari wisatawan internasional, beberapa dari Singapura dan Eropa. Ketika mereka ke sana, mereka melihat pola pengaturan kunjungan agak kurang bagus. Karena begitu banyak orang yang masuk,” ujar Marius.

Wisata bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/7/2017).ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Wisata bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/7/2017).
Marius bercerita ada beberapa kejadian komodo melukai pengunjung. Padahal, lanjut Marius, sebelumnya binatang tersebut tidak berperilaku seperti itu. Maka dari itu perlu diketahui dan diteliti mengapa komodo berperilaku demikian.

Jika sudah mendapatkan hasil penelitiannya, lanjut Marius, apabila memang Komodo sensitif dengan keberadaan manusia maka bisa diatur pola pengunjungnya.

“Bukan dibatasi, tapi diatur. Misalnya mulai dari jam kunjungan, kemudian ada jeda atau jam kosong (waktu bebas dari pengunjung). Sehingga tidak semua orang tumpah-ruah dalam jam yang sama,” kata Marius.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

Travel Tips
Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Travel Update
Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Travel Update
Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

Travel Tips
Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Travel Update
Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.