Berkunjung ke Pameran Seni, Ini 5 Hal yang Perlu Anda Perhatikan

Kompas.com - 16/11/2017, 07:18 WIB
Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkunjung ke pameran seni tentu menjadi hal yang menyenangkan. Selain Anda bisa menemukan inspirasi, makna yang tersembunyi di setiap karya seni lantas membuat kita senang berlama-lama di ruang pameran.

Karya seni yang apik juga tak luput mengundang kita untuk segera mengabadikan semua sudut pameran dengan menggunakan gadget kita. Namun perlu diingat bahwa di pameran seni terdapat beberapa aturan dasar yang perlu Anda ketahui. Berikut 5 hal yang perlu Anda perhatikan jika berkunjung ke pameran seni :

1. Jangan Sentuh Karya

Hargai seniman dengan tidak menyentuh karyanya. Kecuali memang karya yang dipamerkan merupakan karya seni interaktif. Dengan tidak menyentuh karya seni maka, kualitas dari karya seni tersebut akan tetap terjaga.

2. Perhatikan Aturan di Setiap Karya Seni

Saat berada di pameran seni, berbagai instalasi pameran akan hadir meramaikan. Namun di setiap karya pasti memiliki aturannya masing-masing.

(Baca juga : Sepanjang November, Pameran Jalur Rempah Digelar di Museum Nasional)

Terkadang ada karya seni yang bersifat seni instalasi interaktif di mana Anda diperbolehkan untuk berinteraksi dengan melalui sentuhan. Dengan menyentuh, makna dari karya seni bisa tersampaikan.

Suasana di salah satu sudut tempat pameran seni Arto Morrow di WEP, Gresik, Jatim, pada 21-27 Oktober 2017.KOMPAS.com/HAMZAH Suasana di salah satu sudut tempat pameran seni Arto Morrow di WEP, Gresik, Jatim, pada 21-27 Oktober 2017.
Ada juga karya seni yang bersifat non-interaktif di mana Anda dilarang menyentuh karya seni. Oleh sebab itu, perlu mengetahui terlebih dahulu aturan di setiap karya seni tersebut.

3. Jangan Memotret Menggunakan Lampu Kilat

Karya yang apik kadang mengundang kita untuk mengabadikan karya mengunakan gadget kita. Namun perlu diingat bahwa Anda dilarang menggunakan lampu kilat saat memotret karya sang seniman.

(Baca juga : Pameran Seni di Gresik Bakal Rutin Digelar Setiap Oktober)

Hal tersebut karena cahaya lampu kilat kamera secara tidak langsung dapat mengurangi kualitas karya seni.

Jika karya lukisan, cahaya kamera akan mempengaruhi degradasi warna lukisan. Maka dari itu, jika tertarik untuk mengabadikan karya sang seniman, perhatikan pengaturan kamera gadget Anda terlebih dahulu.  

4. Perhatikan Garis Pembatas

Di setiap instalasi karya seni biasanya tersedia garis pembatas sebagai jarak aman pandang Anda ke karya seni.  Jangan sampai melewati batas yang ditentukan. Selain itu, selalu perhatikan sikap Anda, jangan sampai ceroboh hingga merusak karya seni.

5. Titipkan Tas Anda

Titiplah tas Anda di meja registrasi, sehingga akan memudahkan Anda mengeksplorasi seluruh ruang pameran. Hindari juga membawa makanan dan minuman ke dalam ruang pameran untuk menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.

Karya seniman asal Singapura Zai Kuning ‎di Venice Art Biennale ke-57.Facebook/National Arts Council Singapore Karya seniman asal Singapura Zai Kuning ‎di Venice Art Biennale ke-57.
Untuk mempermudah kunjungan,  Anda bisa mengambil brosur yang tersedia di meja registrasi sehingga Anda bisa lebih memahami aturan main di pameran seni tersebut.

Jika sang seniman hadir di area pameran, sempatkan untuk berinteraksi agar Anda bisa lebih memaknai karya seni mereka berdasarkan sudut pandang sang seniman.

Minimalisir foto-foto yang berlebihan bisa membuat Anda untuk bisa lebih menikmati makna dari karya seni tersebur. Dari kiat-kiat di atas, mari kita mulai menghargai sang seniman hanya dengan melakukan hal sederhana di atas. 

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X