Asyik! Jalan-jalan Gratis di Banyuwangi, dari Jawatan hingga Grajagan

Kompas.com - 16/11/2017, 12:41 WIB
Seorang wisatawan di destinasi wisata Bedul Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017). KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Seorang wisatawan di destinasi wisata Bedul Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Jika anda berwisata ke Banyuwangi, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan program " jalan-jalan gratis" yang digagas Pemkab Banyuwangi sejak Agustus 2017. Tinggal daftar online, datang sesuai jadwal, duduk di atas kendaraan lalu diantar ke tempat pilihan.

Kompas.com berkesempatan ikut program tersebut pada Rabu (8/11/2017). Pilihannya tempat wisata yang ada di wilayah Banyuwangi Selatan yaitu Jawatan, Pantai Bedul dan Pantai Grajagan.

(Baca juga : Serunya Menyeberang dari Banyuwangi ke Pulau Menjangan Bali)

Untuk mendaftar cukup secara online di https://banyuwangitourism.com/jalanjalan/index.php/Jadwal/index. Tinggal mengisi daftar dan menyertakan email dan nomer KTP sebagai identitas.

Tidak menunggu lama akan ada email verivikasi. Jika kita menyetujui maka nama kita akan terlampir di pendaftar yang diterima, termasuk pemberitahuan titik kumpul keberangkatan.

(Baca juga : Mampir ke Banyuwangi, Wajib Cicipi 5 Kuliner Ini)

Anggita, petugas Dinas Pehubungan kepada Kompas.com, Rabu (8/11/2017) mengatakan sejak berjalan Agustus 2017 lalu, jalan-jalan gratis banyak sekali diminati oleh wisatawan bahkan hingga Desember khusus jadwal akhir pekan kuota peserta sudah kosong.

Rumah Apung Bunder Bangsring Underwater, salah satu destinasi wisata baru di Banyuwangi, Jawa Timur.KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Rumah Apung Bunder Bangsring Underwater, salah satu destinasi wisata baru di Banyuwangi, Jawa Timur.
"Hingga akhir Oktober yang terbanyak adalah ke Pulau Merah yaitu 427 orang, ke Bangsring Underwater 111 wisatawan, City Tour ada 16 orang dan ke Kawah Ijen 81 orang. Untuk ke Pantai Grajagan sendiri adalah rute yang baru dibuka bulan ini," kata Anggita.

(Baca juga : Menpar: Gunung Ijen Lebih Dikenal Dibandingkan Banyuwangi)

Untuk kendaraan yang digunakan juga menyesuaikan dengan lokasi tujuan wisata. Seperti ke Pulau Merah menggunakan bus karena kuota peserta cukup banyak sedangkan ke Gunung Ijen hanya lima orang karena menggunakan kendaraan jeep.

Sedangkan yang lain menggunakan mobil berkapasitas 11 orang. Total ada lima armada yang dioperasikan untuk program jalan jalan gratis Pemkab Banyuwangi ini.

Anggita menjelaskan tempat wisata yang dikunjungi bukan hanya satu, tapi ada beberapa tempat yang berada di jalur yang sama.

Ia mencontohkan Bangsring Underwater, maka akan berhenti juga di Grand Watu Dodol dan juga Waduk Bajulmati yang berada di Banyuwangi sebelah utara. "Untuk kendaraan gratis tapi akomodasi seperti tiket masuk dan lain-lain ditanggung oleh wisatawan," katanya.

Wisatawan melewati jembatan kayu di Bedul Banyuwangi, Rabu (8/11/2017).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Wisatawan melewati jembatan kayu di Bedul Banyuwangi, Rabu (8/11/2017).
Selain Kompas.com, ada 7 wisatawan lainnya yang ikut program jalan-jalan gratis menuju Pantai Grajagan, Rabu (8/1/2017).

Rombongan kami berangkat dari titik kumpul yaitu Terminal Karangante sekitar pukul 08.00 WIB. Tujuan pertama kami ada Jawatan, hutan pohon Trembesi yang berada di Kecamatan Cluring Banyuwangi.

Yanto (54), sopir angkutan gratis kepada Kompas.com menjelaskan bahwa rute yang akan dilewati masih baru baginya. Biasanya dia membawa wisatawan untuk rute city tour dan Bangsring Underwater.

"Setiap rute hampir selalu penuh penumpang. Kalaupun ada yang kosong tidak sampai separuhnya," kata laki-laki yang sudah belasan tahun menjadi sopir travel ini.

Tidak sampai satu jam perjalanan, kita telah sampai di hutan Jawatan. Yanto mengingatkan kepada penumpangnya jika ada waktu satu jam untuk menikmati hutan Jawatan yang sejuk dan rindang. Untuk masuk ke Jawatan, pengunjung cukup membayar Rp 2.000 per orang.

Seorang wisatawan sedang menikmati hutan Jawatan dengan puluhan Pohon Trembesi berusia ratusan tahun di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Seorang wisatawan sedang menikmati hutan Jawatan dengan puluhan Pohon Trembesi berusia ratusan tahun di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).
Dengan luas enam hektar, hutan Jawatan ditumbuhi Pohon Trembesi yang berusia ratusan tahun.

Pada zaman Belanda, kawasan tersebut adalah Tempat Penimbunan Kayu yang bernama TPK Benculuk. Nawa Jawatan digunakan karena TPK Benculuk dikelola oleh Jawatan Kehutanan di era tahun 1951-1962. Baru pada tahun 1962 hingga sekarang wilayah tersebut dikelola oleh Perum Perhutani.

Dari hutan Jawatan, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Bedul di Dusun Blok Solo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Sebagian jalan masuk ke Pantai Betul masih berbatu tapi pemandangan yang ditawarkan sangat indah.

Wisatawan juga bisa singgah di kebun buah naga milik masyarakat yang berada di jalur yang dilewati menuju Pantai Bedul. Untuk masuk ke Pantai Bedul, satu orang membayar tiket sebesar Rp 10.000.

Luas hutan mangrove sekitar 1.200 hektar yang membentang sejauh 18 kilometer. Dinamakan Bedul, karena di sepanjang Segara Anakan banyak ditemukan ikan bedul yakni ikan yang memiliki sirip di punggungnya. Ikan ini sering dijadikan lauk sehari-hari oleh masyarakat sekitar.

Ekowisata Mangrove Blok Bedul di Banyuwangi, Jawa Timur.
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Ekowisata Mangrove Blok Bedul di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kami menyempatkan diri untuk naik perahu dan menyeberangi sungai di Bedul menggunakan perahu milik masyarakat sekitar dan berjalan kaki menelusuri hutan yang masuk wilayah Taman Nasional Alas Purwo.

Tidak jauh hanya 800 meter, lalu kita akan sampai ke pantai Bedul yang memiliki ombak yang cukup tinggi. Wisatawan dilarang mandi di pantai ini.

Sekitar dua jam kami menghabiskan waktu di Panti Bedul dan kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pantai Grajagan Banyuwangi yang berada di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Pantai tersebut berada di kawasan KPH Banyuwangi Selatan tepatnya di petak 111 BKPH Curahjati. Untuk masuk, pengunjung cukup membayar Rp 7.500 per orang.

Di Pantai Grajagan, kita bisa menyaksikan aktivitas nelayan yang akan berangkat melaut. Menurut Sulhan, salah satu nelayan Grajagan, pada waktu-waktu tertentu ada wisatawan yang datang untuk surfing.

"Surfing di sini bukan yang pemula tapi yang sudah profesional karena ombaknya tinggi. Kalau bulan ini termasuk kecil," jelasnya.

Enji, wisatawan asal Menado sedang menikmati Pantai Grajagan di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Enji, wisatawan asal Menado sedang menikmati Pantai Grajagan di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).
Puas bermain pasir dan air laut serta mengambil gambar pemandangan, kami menikmati kelapa muda dan rujak buah di tepi pantai.

Enji, wisatawan asal Menado kepada Kompas.com mengaku sangat terbantu sekali dengan program "jalan-jalan gratis" yang digelar Pemkab Banyuwangi. Tiga hari menginap dia bisa berkunjung  ke beberapa tempat wisata di Banyuwangi. Enji sengaja datang ke Banyuwangi untuk berwisata.

"Kemarin saya ambil jalur ke utara Grand Watu Dodol, Bangsring Underwater dan waduk Bajulmati. Hari ini ikut perjalanan ini dan nanti malam Puji Tuhan sekali bisa ikut yang ke Ijen karena ada satu wisatawan yang membatalkan. Dan semuanya gratis untuk kendaraannya. Jarang-jarang ada daerah yang kasih pelayanan sepert ini," kata Enji.

Dia mengakui jika program tersebut sangat membantu wisatawan backpaker seperti dirinya yang datang sendiri ke Banyuwangi.

Surfing di Pantai Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur.KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Surfing di Pantai Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur.
Waktu sudah semakin sore. Rombongan kami pun bergegas pulang kembali ke Terminal Karangente Banyuwangi. Perjalanan yang kami lalui sangat menyenangkan, bukan hanya karena angkutan gratis tapi karena punya kesempatan untuk menikmati indahnya Banyuwangi dan bertemu dengan teman-teman baru.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X