Kompas.com - 16/11/2017, 12:41 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Selain Kompas.com, ada 7 wisatawan lainnya yang ikut program jalan-jalan gratis menuju Pantai Grajagan, Rabu (8/1/2017).

Rombongan kami berangkat dari titik kumpul yaitu Terminal Karangante sekitar pukul 08.00 WIB. Tujuan pertama kami ada Jawatan, hutan pohon Trembesi yang berada di Kecamatan Cluring Banyuwangi.

Yanto (54), sopir angkutan gratis kepada Kompas.com menjelaskan bahwa rute yang akan dilewati masih baru baginya. Biasanya dia membawa wisatawan untuk rute city tour dan Bangsring Underwater.

"Setiap rute hampir selalu penuh penumpang. Kalaupun ada yang kosong tidak sampai separuhnya," kata laki-laki yang sudah belasan tahun menjadi sopir travel ini.

Tidak sampai satu jam perjalanan, kita telah sampai di hutan Jawatan. Yanto mengingatkan kepada penumpangnya jika ada waktu satu jam untuk menikmati hutan Jawatan yang sejuk dan rindang. Untuk masuk ke Jawatan, pengunjung cukup membayar Rp 2.000 per orang.

Seorang wisatawan sedang menikmati hutan Jawatan dengan puluhan Pohon Trembesi berusia ratusan tahun di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Seorang wisatawan sedang menikmati hutan Jawatan dengan puluhan Pohon Trembesi berusia ratusan tahun di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).
Dengan luas enam hektar, hutan Jawatan ditumbuhi Pohon Trembesi yang berusia ratusan tahun.

Pada zaman Belanda, kawasan tersebut adalah Tempat Penimbunan Kayu yang bernama TPK Benculuk. Nawa Jawatan digunakan karena TPK Benculuk dikelola oleh Jawatan Kehutanan di era tahun 1951-1962. Baru pada tahun 1962 hingga sekarang wilayah tersebut dikelola oleh Perum Perhutani.

Dari hutan Jawatan, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Bedul di Dusun Blok Solo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Sebagian jalan masuk ke Pantai Betul masih berbatu tapi pemandangan yang ditawarkan sangat indah.

Wisatawan juga bisa singgah di kebun buah naga milik masyarakat yang berada di jalur yang dilewati menuju Pantai Bedul. Untuk masuk ke Pantai Bedul, satu orang membayar tiket sebesar Rp 10.000.

Luas hutan mangrove sekitar 1.200 hektar yang membentang sejauh 18 kilometer. Dinamakan Bedul, karena di sepanjang Segara Anakan banyak ditemukan ikan bedul yakni ikan yang memiliki sirip di punggungnya. Ikan ini sering dijadikan lauk sehari-hari oleh masyarakat sekitar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.