Kompas.com - 17/11/2017, 14:26 WIB
Suasana di Gereja Graha Maria Annai Velangkanni, Medan, Sumatera Utara (kiri) dan Masjid Muhammad Cheng Ho di Surabaya, Jawa Timur. Di kedua tempat ini akan diadakan upacara bendera dalam rangka HUT ke-72 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017. KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ, BAHANA PATRIA GUPTASuasana di Gereja Graha Maria Annai Velangkanni, Medan, Sumatera Utara (kiri) dan Masjid Muhammad Cheng Ho di Surabaya, Jawa Timur. Di kedua tempat ini akan diadakan upacara bendera dalam rangka HUT ke-72 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution akan melangsungkan pesta adat nikah di Tapanuli Selatan, Medan, Sumatera Utara. Medan dijuluki sebagai Little Asia, hal itu tentu memiliki sebab. Di sini menjadi tempat bertemunya masyarakat dengan berbagai latar belakang etnis tetapi tetap sama dalam status Warga Negara Indonesia.

Di Medan, wisatawan dapat berwisata toleransi, mengunjungi rumah ibadah yang dibangun megah dan penuh sejarah. Inilah 6 destinasi wisata toleransi di Medan yang dirangkum oleh KompasTravel.

1. Masjid Raya Medan

Masjid Raya Medan atau yang dikenal sebagai Masjid Al-Mashun terletak di pusat Kota Medan, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja. Masjid ini disebut-sebut dapat menampung hingga 1.500 jamaah setiap harinya.

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Sultan Makmun Al-Rasyid pada 1906. Tak sedikit masyarakat yang mengunjungi masjid ini untuk beribadah atau sekadar berfoto di ikon Kota Medan ini.

Baca juga : Ada Al Quran Berusia Ratusan Tahun di Masjid Raya Medan

Didesain oleh seorang Belanda bernama Dengimans, Masjid Raya Medan dibangun dengan gaya Moorish dan memiliki perpaduan gaya arsitektur Eropa dan Timur Tengah. Tak hanya itu, sentuhan India Mughal juga dapat ditemui pengunjung pada pilar-pilar serta atap masjid ini. Ornamen-ornamen khas Eropa pun terlihat jelas pada jendela mozaik berukuran besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Kuil Shri Mariamman Medan

Terletak di Jalan Teuku Umar No 18, Kuil Shri Mariamman Medan merupakan kuil Hindu tertua di Kota Medan. Mulanya, pada tahun 1881, para penduduk Tamil di India membangun kuil ini sebagai bentuk penghormatan dan pemujaan kepada Dewi Kali. Kini, tak hanya sebagai tempat ibadah, Kuil Shri Mariamman juga dijadikan destinasi wisata religi oleh masyarakat.

Keunikan kuil ini terlihat dari arsitektur bangunannya yang bergaya India. Para pengunjung dapat melihat bangunan kuil ini dikelilingi oleh tembok setinggi 2,5 meter yang dilengkapi relief, ornamen, dan berbagai patung lainnya.

Pada bagian dalam kuil, pengunjung dapat melihat Patung Trimurti yang terdiri dari Patung Dewa Brahma, Patung Dewa Wisnu, dan juga Patung Dewa Siwa. Kuil ini dibuka untuk umum pada jam-jam tertetu, yakni pukul 06.00 hingga pukul 12.00 WIB dan dibuka kembali pada pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Travel Update
Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Travel Update
10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

Travel Update
Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

Travel Update
2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

Travel Update
Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

Travel Update
Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

Travel Update
Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

Travel Update
6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Jalan Jalan
4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.