Tips Berwisata ke Goa Batu Cermin di Labuan Bajo

Kompas.com - 18/11/2017, 11:30 WIB
Wisatawan di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017). KOMPAS.COM/MARKUS MAKURWisatawan di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Keselamatan pengunjung sangat diutamakan dalam mengunjungi obyek wisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Keselamatan itu ada pada pribadi masing-masing juga pengunjung harus mengikuti petunjuk-petunjuk dari pemandu lokal.

Tak terkecuali saat anda mengunjungi obyek wisata goa alam Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Manggarai Barat, Flores, NTT. Saat anda berkunjung ke Goa Batu Cermin, anda berhadapan dengan batu alam.

(Baca juga : Berada di Antara Langit dan Bumi, Masuklah ke Goa Batu Cermin)

Batu alam di Goa Batu Cermin itu ada yang cadas dan ada yang halus. Memang di beberapa titik sudah ada tangga yang terbuat dari semen. Namun, pada saat hujan, tangga itu kadang-kadang licin, juga batu alamnya licin.

Hasil pengamatan KompasTravel ketika beberapa kali mengunjungi obyek itu. Ada beberapa tips bagi pengunjung saat berwisata ke tempat itu.

Dinding-dinding batu alam di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Dinding-dinding batu alam di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).

1. Didampingi Pemandu Lokal

Saat anda membayar karcis masuk yang dijaga petugas Dinas Pariwisata Manggarai Barat, mulai saat itulah anda siap dipandu oleh pemandu lokal.

(Baca juga : Bercerminlah di Goa Watu Cermin Labuan Bajo)

Pemandu lokal di tempat itu ada yang masih praktek lapangan dari Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata Labuan Bajo. Juga pemandu lokal yang ditempatkan di obyek wisata itu yang siap memandu pengunjung.

Rombongan jurnalis dari Jakarta sedang berselfie di obyek wisata Goa Batu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (31/8/2016). KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Rombongan jurnalis dari Jakarta sedang berselfie di obyek wisata Goa Batu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (31/8/2016).
Pemandu lokal akan memandu anda mulai dari pintu gerbang sampai di dalam goa. Sebaiknya pengunjung mematuhi apa yang dijelaskan oleh pemandu demi kenyamanan dan keselamatan anda selama berkunjung di tempat itu.

Pemandu akan memberikan penjelasan tentang sejarah goa alam itu yang kini berusia ratusan tahun. Pemandu akan memandu anda saat mengelilingi goa alam itu sampai selesai.

Pada akhir perjalanan, pengunjung memberikan tips kepada pemandu lokal. Jumlahnya tergantung kerelaan dari pengunjung. Kenyaman, keamanan dan keselamatan anda terjamin selama berwisata yang dipandu pemandu lokal.

Wisatawan di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Wisatawan di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).
Pemandu juga akan memberikan petunjuk mana batu atau benda yang bisa disentuh dan mana yang tidak boleh disentuh.

2. Memakai Sepatu

Ada berbagai sepatu yang dipakai. Jika anda berencana berwisata ke Goa Batu Cermin, sebaiknya bersepatu wisata, bukan sepatu kantoran.

Mengapa bersepatu? Karena goa alam itu penuh dengan batu, ada yang tajam maupun yang halus. Sebaiknya bersepatu agar kaki pengunjung tidak luka kalau terantuk dengan batu tajam. Juga tidak terpeleset saat bersentuhan dengan batu licin.

Seorang pemandu wisata di Labuan Bajo membantu wisatawan mancanegara untuk melewati batuan karang di obyek wisata Goa Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/11/2015). Dalam penelitian, Theodore Verhoven menyimpulkan bahwa Pulau Flores dulunya berada di dasar laut.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Seorang pemandu wisata di Labuan Bajo membantu wisatawan mancanegara untuk melewati batuan karang di obyek wisata Goa Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/11/2015). Dalam penelitian, Theodore Verhoven menyimpulkan bahwa Pulau Flores dulunya berada di dasar laut.
Menggunakan sepatu agar pengunjung merasa nyaman saat melangkahkan kaki dari satu tangga ke tangga lainnya, juga nyaman saat bersentuhan dengan batu.

3. Memakai Helm

Tibalah anda di pintu masuk ke goa bawah tanah Batu Cermin. Anda sudah penasaran dengan berbagai informasi yang ditawarkan biro perjalanan juga pamflet-pamflet yang berceritakan tentang keunikan Goa Batu Cermin.

Turis memasuki Goa Watu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis memasuki Goa Watu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).
Tujuan utama wisatawan mengunjungi Batu Cermin adalah untuk melihat dan menyaksikan sendiri batu yang konon diceritakan batu berbentuk cermin.

Wisatawan penasaran dengan cerita tersebut dan ada yang ingin bercermin di batu alam itu. Bahkan, ada sebagian pengunjung membawa sisir untuk mencoba menyisir rambut di hadapan batu cermin tersebut.

Tidak gampang masuk di Goa Batu Cermin itu. Saat tiba di tengah goa, ada lubang masuk sebagai pintu utama ke bawah goa. Pengunjung diharuskan memakai helm yang berada di batu di sisi goa itu.

Memakai helm diperlukan agar kepala pengunjung saat jongkok masuk goa tidak tertusuk batu stalaktit. Masuknya harus satu-satu sehingga pengunjung antre di pintu masuk.

Rombongan jurnalis mengabadikan gambar di ruangan dalam Goa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (31/8/2016). Goa alam ini sangat cocok untuk mengadakan pertemuan dan rapat karena ruangannya sangat luas.  KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Rombongan jurnalis mengabadikan gambar di ruangan dalam Goa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (31/8/2016). Goa alam ini sangat cocok untuk mengadakan pertemuan dan rapat karena ruangannya sangat luas.
Pengunjung yang keluar dari goa alam itu harus berhenti sampai pengunjung masuk tiba di ruang besar bawah goa itu karena lorong-lorong masuknya hanya untuk satu orang pengunjung.

Selama ada di dalam goa bawah batu cadas itu, pengunjung terus memakai helm demi keselamatan kepalanya supaya tidak terantuk dengan batu.

4. Dilarang Berisik

Selama berada di dalam goa Batu Cermin, pengunjung tetap menjaga kesunyian dan sebaiknya tidak boleh berisik atau ribut. Sebaiknya mendengar penjelasan pemandu lokal juga pengunjung boleh bertanya.

Seorang wisatawan mancanegara asal India menaiki tangga di obyek wisata Goa Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/11/2015). Pada obyek wisata Goa Batu Cermin, terdapat tangga yang memudahkan wisatawan untuk menjelajah.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Seorang wisatawan mancanegara asal India menaiki tangga di obyek wisata Goa Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/11/2015). Pada obyek wisata Goa Batu Cermin, terdapat tangga yang memudahkan wisatawan untuk menjelajah.
Saat berada di ruang besar bawah goa batu itu, pengunjung bisa menyaksikan keunikan alam serta ada sejumlah hewan laut yang ada di dinding batu, seperti penyu, ikan dan beberapa hewan lainnya. Suasana di dalam gua itu gelap gulita.

5. Membawa Senter

Pihak pengelola Goa Batu Cermin sudah menyediakan senter untuk penerangan selama perjalanan di dalam goa itu. Juga bisa ditambah dengan cahaya handphone bagi pengunjung yang membawa telepon seluler yang dilengkapi fasilitas tersebut.

6. Batu Cermin

Kini tibalah saatnya pengunjung berada di obyek utama Batu Cermin yang berada di celah-celah batu cadas goa itu. Disebut Batu Cermin karena ada sebuah lubang dari bubungan batu cadas itu.

Lubang di Goa Batu Cermin, tempat masuknya sinar matahari. Maka tempat itu disebut Batu Cermin. Inilah keunikan Goa Batu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (31/8/2016). KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Lubang di Goa Batu Cermin, tempat masuknya sinar matahari. Maka tempat itu disebut Batu Cermin. Inilah keunikan Goa Batu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (31/8/2016).
Lubang dengan lebar tak seberapa itu sebagai pintu masuknya cahaya matahari sepanjang hari. Sinar matahari masuk melalui lubang itu dan memantulkan sinarnya di bebatuan di bawahnya. Lalu, sinar itu memantulkan ke seluruh dinding batu sekitarnya yang seperti cermin.

Sinar matahari yang pantul ke seluruh sudut batu itu memantul kembali ke batu sebelumnya dan dengan warna-warni cahayanya. Itu keajaiban Goa Batu Cermin. 

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X