5 Mie Kocok Legendaris di Bandung

Kompas.com - 19/11/2017, 13:05 WIB
Mih Kocok? Mang Dadeng, tempat makan mie kocok di Jalan Banteng (KH.Ahmad Dahlan) No. 67 ini memiliki ciri khas di bumbu spesial yang merupakan rahasia keluarga. Ada 27 bumbu rempah yang digunakan. KOMPAS.com/Agie PermadiMih Kocok? Mang Dadeng, tempat makan mie kocok di Jalan Banteng (KH.Ahmad Dahlan) No. 67 ini memiliki ciri khas di bumbu spesial yang merupakan rahasia keluarga. Ada 27 bumbu rempah yang digunakan.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebagai salah satu "surga" kuliner di Indonesia, Kota Bandung memiliki segudang jajanan dan makanan khas yang dapat menggoyang lidah Anda.

Mie kocok adalah salah satunya. Setiap mie kocok yang disajikan punya rasa dan tentunya harga yang berbeda. Kompas.com mendatangi beberapa tempat mie kocok legendaris di Kota Bandung. Untuk rasa bisa diacungi jempol karena gerai mie ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dengan resep turun-temurun.

Berikut beberapa ulasan tempat makan mie kocok legendaris di Kota Bandung.

1. Mie Kocok Persib

Bagi penyuka mie, tak lengkap rasanya jika belum mencoba Mie Kocok Persib. Salah satu mie legendaris di Kota Bandung ini sangat mudah ditemukan, terletak di area parkir Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani no 262, Kota Bandung. Mie Kocok Persib berada tepat di pintu gerbang masuknya.

‎Untuk satu porsi Anda hanya cukup merogoh kocek uang sebesar Rp 23.000. Semangkuk mie kocok berisi mie gepeng, tauge, kikil, serta potongan tulang iga dengan daging dan tulang rawan yang masih menempel, tentunya akan membuat ada ngiler.

"Kalau di sini bedanya di kuah, karena ini juga berdasarkan masukan dari pembeli semua. Untuk penyajiannya juga pakai tulang iga, saya sudah muter-muter, mie kocok yang pakai tulang iga cuman disini," kata pemilik usaha, Kustanto (45).

Mie Kocok Persib, salah satu mie legendaris di Kota Bandung, yang terletak di area parkir Stadion Persib, tepat di pintu gerbang masuk.KOMPAS.com/Agie Permadi Mie Kocok Persib, salah satu mie legendaris di Kota Bandung, yang terletak di area parkir Stadion Persib, tepat di pintu gerbang masuk.

Untuk kuah sendiri diambil dari daging serta tulang yang berisi sum-sum yang direbus selama enam jam dalam panas kurang lebih 80 derajat Celcius. Belasan kilo daging itu nantinya akan mengeluarkan sarinya hingga tercipta kuah yang beraroma.

"Kuahnya diambil dari tulang dan daging‎. Setelah empat jam direbus, bawang daun masuk untuk menghilangkan bau amis tulang," katanya.

Tulang dan daging dalam kuah tersebut tak semuanya diangkat, beberapa dibiarkan untuk menjaga aroma dan rasa dari kuah serta untuk menciptakan daging yang lembut saat dihidangkan dan dinikmati di lidah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X