Kompas.com - 20/11/2017, 06:15 WIB
Salah satu peserta Funbike 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (19/11/2017). KOMPAS.com/ANDI HARTIKSalah satu peserta Funbike 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (19/11/2017).
|
EditorI Made Asdhiana


MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 671 pesepeda nusantara dan mancanegara mengikuti Funbike 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Minggu (19/11/2017).

Mereka mengayuh melintasi hutan mengelilingi Gunung Bromo, Jawa Timur sepanjang 22 kilometer.

(Baca juga : Baobab Safari Resort Perkuat Destinasi Bromo-Tengger-Semeru)

Perjalanan dimulai dari Blok Padang Sabana Bukit Teletubbies. Mereka lalu menyusuri jalan menanjak menuju Pos Jemplang. Kemudian belok kanan menuju Blok Ciri ke Blok Widodaren lalu turun ke lautan pasir Gunung Batok yang ada di sebelah Gunung Bromo.

Sampai di sana, mereka langsung mengarah ke Blok Pasir Berbisik dan finish di Blok Padang Sabana Bukit Teletubbies.

Sejumlah peserta Funbike Bromo 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (19/11/2017).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Sejumlah peserta Funbike Bromo 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat melintasi lautan pasir di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (19/11/2017).
Harm De Vries, pesepeda asal Belanda mengaku senang dengan perjalanan bersepeda itu. Namun, jalur yang menanjak kemudian menurun dan melewati lautan pasir membuatnya sempat kesulitan.

(Baca juga : Pernahkah Anda ke Bromo Tanpa Sewa Mobil, Pakai Ojek atau Naik Kuda?)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, Harm yang menggunakan bantuan kaki buatan untuk kaki kirinya berulang kali terjatuh. Namun ia kembali bangkit mengayuh sepedanya hingga ke finish.

"Bagus, Tapi bagi saya terlalu ekstrem," katanya yang sudah menginjak usia pensiun.

Meski demikian, ia mengaku menikmati sepanjang perjalanan. Apalagi, ini baru pertama kalinya bersepeda sambil melihat pemandangan alam. Yakni pemandangan alam yang disuguhkan oleh Gunung Bromo dan sekitarnya.

"Tadi di atas bisa lihat Bromo," katanya yang mengaku sudah empat bulan berada di Indonesia bersama istrinya yang merupakan warga asli Malang.

Sejumlah peserta Funbike Bromo 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat menuju Pos Jemplang, Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (19/11/2017).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Sejumlah peserta Funbike Bromo 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat menuju Pos Jemplang, Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (19/11/2017).
Kepala TNBTS, John Kennedie mengatakan, pelaksanaan funbike kali ini merupakan tahun yang kedua. Sebab, kegiatan bersepeda yang rencananya akan digelar setiap tahun itu pertama kali diadakan pada tahun 2016 lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.