Kompas.com - 22/11/2017, 09:05 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Menurut Takeshita, pada Zaman Edo (1603-1867) atau awal zaman modern di Jepang, pulau dibuka untuk umum. Banyak pasangan muda Jepang datang ke kuil kuno tersebut.

Mereka berdoa memohon perlindungan dari "en musubi no kamisama" atau dewa pernikahan. Pasangan muda yang baru menikah datang berdoa agar pernikahan mereka diberkati.  

Saat ini, setiap tahunnya setidaknya 70 juta pelancong mengunjungi kuil Dewa Pernikahan tersebut. Tidak saja pasangan muda-mudi, tetapi pasangan yang telah menikah, atau yang ingin mendapatkan jodoh atau keberuntungan selalu datang ke sana.

Di kuil kecil, pengunjung bisa membeli piringan hitam yang dapat dilempar ke target untuk pembawa keberuntungan. Di sini nasib Anda, pekerjaan, kesehatan, cinta, dan kondisi keuangan Anda bisa diramalkan.

Pulau ini dirimbuni hutan subtropis dengan luas 1,5 km2. Ada lebih dari 200 jenis tanaman tumbuh di sana dan dijadikan monumen alam khusus. Pulau ini dijuluki sebagai salah satu daerah paling utara untuk tanaman subtropis di belahan bumi utara.

Tanaman subtropis seperti pohon palem, pakis, dan tanaman lain tumbuh padat di seluruh pulau. Tanahnya tampak subur.

Fenomena geologi yang disebut “papan cuci raksasa” atau “papan cuci iblis” tadi dapat terlihat ketika gelombang rendah, dan akan tertutup pada saat air pasang.

Batuan basal tampak berjejer dan tertata seperti buatan seorang manusia. Padahal sesungguhnya batuan itu terbentuk secara natural akibat kikisan ombak, dapat ditemukan lebih jauh lagi sebelah selatan sepanjang pesisir Nichinan.

Sedangkan kota Miyazaki adalah ibu kota Prefektur Miyazaki, bagian selatan Pulau Kyushu, dan dikenal dengan pantai indah, yang berhadapan ke Samudera Pasifik.

Dengan angkutan umum, stasiun Aoshima JR adalah stasiun terdekat di Miyazaki yang digunakan untuk mencapai Aoshima.

Dari stasiun itu wisatawan dapat berjalan ke sana dalam waktu sekitar 10 menit. Dengan mobil, Anda dapat tiba dalam waktu 25 menit dari stasiun Miyazaki.

Tidak ada biaya parkir atau pungutan biaya pada hari-hari biasa kecuali, pada hari libur di mana pengunjung ramai. (PASCAL S BIN SAJU, dari Miyazaki, Jepang)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.