Kyushu Famtrip, Rasa "Ayam Nanban" yang Membekas

Kompas.com - 23/11/2017, 11:03 WIB
Porsi ayam nanban terlihat simpel, tetap sangat lezat di lidah.Kompas.com/Pascal S Bin Saju Porsi ayam nanban terlihat simpel, tetap sangat lezat di lidah.

KOMPAS.com - Setelah dua jam terbang dari Bandara Haneda, Tokyo, kami tiba di kota Miyazaki di Pulau Kyushu menjelang tengah hari. Hal pertama yang dilakukan begitu keluar bandara ialah mencari rumah makan khas setempat.

Hiroyuki Takeshita dan Nobu Kazuya, dua rekan dari Media International Company, Jepang, menyarankan kami untuk mencoba kuliner khas atau hidangan lokal yang terkenal di Miyazaki.

Mereka menyebut chicken nanban, daging ayam yang dicelupkan ke vinegar manis dan diberi topping saus tartar sebagai menu khas yang sayang kalau dilewatkan jika datang ke kota subtropis di Kyushu selatan itu.

(Baca juga : Apa Bedanya Yukata dan Kimono Khas Jepang?)

Jadilah kami bergegas menuju sebuah restoran mungil bernama Aji No Ogura di pusat kota Miyazaki. Ketika tiba di sana, sekitar pukul 12.15 waktu setempat, meja-meja terisi penuh. Ada juga meja yang lowong, tetapi telah dipasangi tanda “reserved”.

Chicken nanban merupakan hidangan paling diminati pelanggan lokal dan bahkan turis asing, kata pelayan restoran itu segera setelah kami menanyakan daftar menu khas di kota itu.

(Baca juga : Olive Oil Imo-Kenpi, Keripik Stik Ubi Paling Laris di Jepang)

Rupanya, rasa saus tartar di restoran itu “tiada dua”-nya. Artinya, kalaupun ada saus tartar serupa di restoran lain, rasanya pun akan berbeda jauh atau lidah Anda hanya akan lebih berkesan jika menikmatinya di Aji No Ogura.

Restoran kecil itu merupakan pelopor saus tartar buatan lokal. Ayam disajikan dalam satu piring dengan irisan daun kol dan sedikit mi. Saus tartar dipakai sebagai topping dan juga ada cuka namban, serta vinegar manis. Sedangkan nasi dihidangkan di wadah terpisah.

Ayam Nanban dihidangkan dengan nasiKompas.com/Pascal S Bin Saju Ayam Nanban dihidangkan dengan nasi
Menurut petugas restoran yang diterjemahkan oleh seorang rekan, Aldi Japz, saus tartar ini dibuat dengan menggunakan berbagai bumbu dan ramuan bersama dengan acar sayuran mayones buatan sendiri.

“Rasanya yang kaya akan membuat Anda begitu terkesan. Jika suatu saat Anda sedang berada di Miyazaki, dijamin Anda akan kembali lagi ke sini,” kata petugas restoran seperti disampaikan Aldi Japz.

Pelayan restoran tampak tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

Di Prefektur Miyazaki, chicken nanban dapat ditemukan di banyak restoran. Namun, setiap restoran itu menggunakan ayam yang berbeda-beda, seperti ada yang lebih suka menggunakan dada dan ada yang lebih suka menggunakan sayap.

Chicken nanban pertama kali di ciptakan di Miyazaki, lebin tepatnya pada tahun 1965 oleh Yoshimitsu, seorang pekerja  di sebuah restoran Eropa bernama restoran London di daerah Nobeoka, Miyazaki. 

Pada dasarnya chicken nanban adalah makanan yang bukan berasal dari restoran Jepang melainkan berasal dari restoran yang menghidangkan masakan Barat.

Resep baru tersebut adalah dengan menambahkan saus tartar. Setelah keluar dari restoran London, Yoshimitsu membuka sebuah kedai makan yang bernama “Ogura” dengan masakan khasnya yaitu chicken nanban tersebut.

Masa itu, sebelum 1965, ayam nanban disuguhkan tanpa saus tartar dan disebut sebagai naochan di rumah makan milik Goto Nao.

Namun, kemudian Yoshimitsu berkreasi dengan menambahkan saus tartar itu ketika ia membuka rumah makan sendiri.  

Sekarang ayam nanban sudah menyebar dan meluas di seluruh Jepang. Porsi yang dihidangkan pun cukup besar untuk perut orang Indonesia. Namun, rasanya memang sangat berkesan di lidah. (PASCAL S BIN SAJU, dari Miyazaki, Jepang)



EditorI Made Asdhiana

Close Ads X