Kompas.com - 23/11/2017, 16:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir pekan lalu menjadi kesempatan yang tak terlupakan bagi tim KompasTravel dan Multimedia Kompas.com. Kami menjajal hotel gantung tertinggi sedunia di Purwakarta, Jawa Barat, tepatnya di Gunung Parang.

Tim KompasTravel terdiri dari Wahyu Adityo Prodjo dan Anggita Muslimah Prahara Senja. Sementara, tim Multimedia Kompas.com terdiri dari Roderick Adrian Mozes, Kristianto Purnomo, Garry Andrew Lotulung, dan Lulu Cinantya.

(Baca juga : Bukan Cuma Satu, Bakal Ada 9 Hotel Gantung Lagi di Gunung Parang)

Tim berangkat dari kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, sekitar pukul 00.00 WIB menuju Gunung Parang. Dalam perjalanan kami tak sabar untuk menjajal hotel gantung yang digadang-gadang mengalahkan pendahulunya di Peru.

Tim Kompas.com bersiap memanjat Tebing Gunung Parang untuk menuju hotel gantung Padjajaran Anyar via Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung Padjajaran Anyar merupakan hotel yang berada di Tebing Gunung Parang dengan ketinggian 500 meter dari kaki tebing.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Tim Kompas.com bersiap memanjat Tebing Gunung Parang untuk menuju hotel gantung Padjajaran Anyar via Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung Padjajaran Anyar merupakan hotel yang berada di Tebing Gunung Parang dengan ketinggian 500 meter dari kaki tebing.
Pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB kami tiba di kaki Gunung Parang. Kami sempat merebahkan tubuh sebelum memulai pemanjatan ke Gunung Parang dan menuju hotel gantung.

Setelah matahari mulai bergeser dari titik kulminasinya, kami mulai bersiap untuk merayapi tebing Gunung Parang. Kami memanjat tebing dengan sistem via ferrata (tangga besi).

(Baca juga : Fakta Unik Hotel Gantung Tebing Parang di Purwakarta)

Matahari saat itu berada di belakang tubuh. Keringat bercucuran. Tak jarang kami berhenti sejenak untuk menyeka keringat yang melewati alis. Sesekali kami melongok ke dasar tebing. Namun, pemandangan Waduk Jatiluhur, sawah, dan perumahan lebih menarik untuk dilihat.

Wartawan Kompas.com saat pemanjatan via Ferrata untuk mencapai hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.  KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Wartawan Kompas.com saat pemanjatan via Ferrata untuk mencapai hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.
Kami sempat terhenti di ketinggian 200 meter. Seru bercampur ngeri membayangi pikiran. Tujuan kami adalah tiba dan mencoba melewati malam di hotel gantung.

(Baca juga : Menjajal Hotel Gantung Tertinggi Sedunia di Purwakarta, Seru Banget!)

Meter demi meter tebing andesit Gunung Parang kami lalui. Tangga-tangga besi kami injak dengan rasa percaya diri. Akhirnya, sore hampir habis. Kami bersiap untuk menyeberang ke hotel gantung dengan sistem tyrolean. Ya, kami meluncur di seutas tali sling baja di ketinggian 500 meter dari kaki tebing.

Hotel gantung Padjajaran Anyar terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.  KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Hotel gantung Padjajaran Anyar terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter, Minggu (19/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.
Rasa lelah terbayarkan begitu kami tiba di hotel gantung. Kami melewati malam di hotel gantung yang berfasilitas cukup lengkap. Malam semakin datang. Kami pun tidur lelap.

(Baca juga : Mau Menginap di Hotel Gantung Tertinggi Sedunia di Purwakarta? Begini Caranya)

Penasaran kisah-kisah perjalanan kami saat menjajal hotel gantung tertinggi sedunia di Purwakarta? Simak video lengkap hasil liputan kami berikut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.