Mengenal Kopi Mandailing, Sajian Minuman pada Resepsi Kahiyang-Bobby

Kompas.com - 25/11/2017, 22:04 WIB
Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (tengah) bersama suaminya Bobby Afif Nasution (kedua kiri) menari tor-tor Somba (pengantin) di depan kedua orangtua mereka ketika resepsi ngunduh mantu pernikahan mereka di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11). Resepsi tersebut dilaksanakan dengan prosesi upacara adat perkawinan Mandailing seperti pemukulan Gondang Sambilan, Manortor, Tapian Raya Na Martua, Mangupa, Ajar Poda, Tortor Somba dan Manyoda Gondang. ANTARA FOTO/Septianda PerdanaPutri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (tengah) bersama suaminya Bobby Afif Nasution (kedua kiri) menari tor-tor Somba (pengantin) di depan kedua orangtua mereka ketika resepsi ngunduh mantu pernikahan mereka di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/11). Resepsi tersebut dilaksanakan dengan prosesi upacara adat perkawinan Mandailing seperti pemukulan Gondang Sambilan, Manortor, Tapian Raya Na Martua, Mangupa, Ajar Poda, Tortor Somba dan Manyoda Gondang.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby di Medan, Sumatera Utara akan diselenggarakan Minggu (26/11/2017). Nah, menurut pemilik Putri Catering Medan, Cut Mimi, merupakan vendor katering yang menyiapkan makanan untuk resepsi Kahiyang mengatakan akan menyediakan kopi mandailing.

Lantas seperti apa sejarah kopi mandailing yang akan disajikan saat resepsi Kahiyang-Bobby di Medan?

Kopi mandailing yang juga dikenal dengan kopi mandaheling adalah kopi jenis arabika yang ditanam di daerah Mandailing Natal, dekat perbatasan Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

(Baca juga : Benarkah Kopi Liong Bogor yang Melegenda Itu Tutup?)

Namun, kopi mandailing ini tidak hanya dihasilkan dari daerah yang ditempati etnis Mandailing. Tetapi, kopi tersebut berasal dari beberapa daerah di pedalaman Sumatera, seperti Mandailing, Tapanuli, dan Pakpak.

Uniknya, sebelum Indonesia merdeka, kopi mandailing sudah berhasil merebut hati orang Eropa.

Punya Cita Rasa yang Kuat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu kuatnya branding kopi mandailing, Coffee Chief dari Anomali Coffee, Irfan Helmi, mengatakan banyak kopi dari daerah Sumatera yang ikut menamakan produk kopi menggunakan nama Mandailing.

(Baca juga : Wisata Toleransi di Lokasi Pesta Adat Kahiyang dan Bobby)

"Pada dasarnya kopi-kopi di Sumatera itu adalah semi wash atau dikenal dengan giling basah. Jadi kalau di luar negeri dikuliti, difermentasi, dikeringkan secara penuh, lalu dikupas. Kalau kopi mandailing dikuliti, difermentasi, dikeringkan tidak secara penuh, dikupas, dan dikeringkan lagi. Cuma beda sedikit proses saja, mengubah rasanya," ujar Irfan.

Alhasil karena proses tersebut, Irfan menyebutkan kopi Mandailing memiliki cita rasa dengan tingkat keasaman yang rendah dan kekentalan kopinya lebih tinggi.

Sementara itu, konsultan kopi dengan lisensi coffee tester berkelas dunia, Adi Taroepratjeka, menggambarkan cita rasa kopi mandailing dengan rasa spicy, agak earthy, dan body-nya cenderung tebal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.