Sulawesi Selatan Butuh Lebih Banyak Atraksi Wisata

Kompas.com - 26/11/2017, 09:04 WIB
Desa Kete Kesu di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. DOK INDONESIA.TRAVELDesa Kete Kesu di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

MAKASSAR, KOMPAS.com – Ketua Dewan Pengurus Pusat Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita), Asnawi Bahar, menghimbau kepada pemerintah daerah Sulawesi Selatan agar dapat menambah atraksi wisata di daerah tersebut.

Tourism itu tidak single destinasi, mungkin (Sulawesi Selatan) harus perbanyak atraksi. Atraksi itu komponen penting, jadi bisa dimasukkan ke dalam paket-paket yang ditawarkan,” kata Asnawi saat ditemui di Makassar, Kamis (23/11/2017).

Asnawi menjelaskan selain atraksi, diperlukan pula penambahan destinasi seperti halnya pulau-pulau yang ada di Sulsel. Menurut dia, banyak pulau di Sulsel yang indah dan alami, sehingga bisa dijadikan destinasi wisata.

“Saya pikir di sini (Sulsel) banyak tokoh dan pengusaha besar yang bisa melakukan investasi sehingga atraksi bisa dibuat. Makassar juga hub Indonesia Timur, sehingga bisa mendatangkan banyak wisatawan,” kata dia.

Baca juga : 4 Destinasi yang Wajib Dikunjungi di Sinjai, Sulawesi Selatan

Salah satu destinasi yang ada di Sulawesi Selatan adalah Toraja. Bagi Asnawi, Toraja harus lebih banyak di-branding lagi. Sebab, jika dibandingkan dengan Labuan Bajo, Toraja dapat dikatakan tertinggal.

Karena setiap daerah memiliki keunikan masing-masing, lanjutnya, Toraja dapat di-branding lebih baik.

“Kan bandara juga sudah dibangun (di Palopo), nanti kan jadi lebih cepat ke sana, sehingga diharapkan tahun depan (jumlah wisatawan) meningkat,” kata Asnawi.

Dengan demikian, penambahan destinasi wisata di Sulawesi Selatan harus dikerjakan berasama oleh pemerintah daerah juga pemerintah pusat. Direncanakan, diprogramkan, dan dibuat parameternya.

Asnawi juga menghimbau untuk melihat kepuasan pelanggan dan seberapa baik produk yang telah ditawarkan. Dari sana, para pelaku usaha pun dapat mengetahui seberapa bagus produk dan keberhasilannya dari kepuasan konsumen.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X