Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beginilah jika Juara Durian Malaysia Ditanam di Indonesia

Kompas.com - 27/11/2017, 08:06 WIB
Muhammad Irzal Adiakurnia

Penulis

BOGOR, KOMPAS.com - Para penggemar durian mungkin sering mendengar nama durian musangking? Namanya sejajar dengan durian monthong dari Thailand. Juaranya durian Malaysia ini ternyata dikembangbiakkan di Indonesia dan mengasilkan durian yang berbeda.

Meski banyak wilayah penghasil durian di Indonesia yang coba mengembangkan durian musangking, tetapi salah satu yang berhasil ialah di Rancamaya, Bogor.

(Baca juga : Festival Durian Bogor, Saatnya Makan Durian Sepuasnya!)

Durian unggulan Malaysia itu berhasil tumbuh dan menjadi salah satu durian unggul juga di tanah Rancamaya. Rasanya manis, dan sedikit berbeda dari musangking aslinya. Namun tentu tak kalah lezatnya.

"Sudah kita kembangkan selama tujuh tahun. Untuk durian, umur itu tergolong muda. Sekarang satu pohon baru mampu berbuah tiga," ujar Asep Saepudin, salah satu penjual yang juga petani kebun durian Rancamaya, Bogor kepada KompasTravel, dalam acara Wisata Durian, Minggu (25/11/2017).

(Baca juga : Panen Durian di Berbagai Daerah, Saatnya Berburu Durian!)

Durian tersebut jadi salah satu yang diburu pengunjung acara Wisata Durian, di Botani Square Bogor.

Festival durian bertajuk Wisata Durian di Mall Botani Square Bogor, 20 November - 3 Desember 2017, Minggu (25/11/2017).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Festival durian bertajuk Wisata Durian di Mall Botani Square Bogor, 20 November - 3 Desember 2017, Minggu (25/11/2017).
Sekilas penampilannya tak beraturan, ada yang bulat, ada yang bergelombang seperti monthong, dan ada juga yang lonjong ke bawah seperti di negara aslinya. Besarnya, berdiameter mulai 20 hingga 30 centimeter.

Perbedaan unik yang sangat terlihat ialah memiliki tangkai buah yang panjang. Tangkai tempat bergantung buah musangking di Indonesia, bisa sepanjang 15 centimeter. Berbeda dengan lazimnya durian lokal, yang 5-10 centimeter saja.

Di balik durinya yang rapat, ternyata menyimpan warna daging oranye ke kuningan. Semakin matang, warnanya akan semakin oranye, sedangkan saat belum matang akan cenderung kuning.

"Kalau durian matahari kan kuning langsat ya, cerah. Kalau ini, yang udah mateng dasarnya warnanya akan oranye, tapi kekuningan," ujar Asep pada KompasTravel.

Yang ditunggu-tunggu saya ialah soal rasa. KompasTravel pun dipersilakan mencicipi bagian dagingnya. Ternyata, serat dalam dagingnya tidak terlalu banyak, sehingga lebih lembut.

Mencium durian untuk mengetahui kematangan durian, di acara Wisata Durian, Minggu (25/11/2017).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Mencium durian untuk mengetahui kematangan durian, di acara Wisata Durian, Minggu (25/11/2017).
Manis creamy pun menghiasi mulut saat durian musangking ala Rancamaya ini dilahap. Rasa manisnya cenderung penuh, berbeda dengan karakter khas durian jawa, yang ada gurat pahitnya.

Bagi yang penasaran ingin mencoba, Anda bisa mengunjungi acara Wisata Durian tersebut, mulai 20 November hingga 3 Desember 2017. Juga bisa datang langsung ke Kebun Durian Ciaden, Jalan Rancamaya RT 04 RW 07, Bogor Selatan.

Harga di festival mencapai Rp 150.000 per kilogram. Dalam satu buah durian musangking ala Rancamaya ini, beratnya sekitar dua kilogram.

Sedangkan durian ini banyak dipanen di bulan November-Desember, saat musim hujan. Ada kemungkinan juga di musim panas, bulan Juli-Agustus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Jalan Jalan
Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Jalan Jalan
7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

7 Hotel di Lembang Dekat Farmhouse Susu dan Tempat Wisata Lainnya

Travel Update
Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Malioboro Jadi Lautan Manusia Saat Libur Lebaran 2024

Travel Update
Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Cara Beli Tiket Fast Track Dufan, Bisa Naik Wahana Tanpa Antre

Travel Tips
Viral Video Antrean Panjang di Dufan, Ini 3 Tips ke Sana Saat Libur Lebaran

Viral Video Antrean Panjang di Dufan, Ini 3 Tips ke Sana Saat Libur Lebaran

Travel Tips
9.000 Pengunjung Padati Dufan Hari Ini, Antrean Wahana Mengular

9.000 Pengunjung Padati Dufan Hari Ini, Antrean Wahana Mengular

Travel Update
Festival Balon di Wonosobo 2024 Digelar 10 Hari, Sempatkan Berkunjung

Festival Balon di Wonosobo 2024 Digelar 10 Hari, Sempatkan Berkunjung

Travel Update
6 Tempat Wisata Dekat Bandara Juanda Surabaya, Banyak Taman Gratis

6 Tempat Wisata Dekat Bandara Juanda Surabaya, Banyak Taman Gratis

Jalan Jalan
Penumpang Whoosh Meningkat 30 Persen Saat Lebaran, KCIC Tambah Perjalanan

Penumpang Whoosh Meningkat 30 Persen Saat Lebaran, KCIC Tambah Perjalanan

Travel Update
Jadwal 'Video Mapping' Monas Hanya sampai 14 April 2024, Sayang Dilewatkan

Jadwal "Video Mapping" Monas Hanya sampai 14 April 2024, Sayang Dilewatkan

Travel Update
The Jungle Waterpark Bogor Hadirkan Promo Tiket dan Hadiah Lebaran

The Jungle Waterpark Bogor Hadirkan Promo Tiket dan Hadiah Lebaran

Travel Update
5 Tempat Wisata Keluarga di Tuban Jatim, Ada Pemandian Alam 

5 Tempat Wisata Keluarga di Tuban Jatim, Ada Pemandian Alam 

Jalan Jalan
Ada TransJakarta di Pelabuhan Tanjung Priok Khusus Aruk Balik Lebaran

Ada TransJakarta di Pelabuhan Tanjung Priok Khusus Aruk Balik Lebaran

Travel Update
Tempat Wisata Baru Aloha Pasir Putih PIK 2, Ada Bazar Kuliner 

Tempat Wisata Baru Aloha Pasir Putih PIK 2, Ada Bazar Kuliner 

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com