Kompas.com - 27/11/2017, 13:42 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasca ditutupnya Bandara Ngurah Rai, Bali karena abu vulkanik erupsi Gunung Agung, Senin (27/11/2017) pagi, berbagai penerbangan pun terpaksa dibatalkan. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menginstruksikan kompensasi diskon dan kemudahan bagi wisatawan yang terpaksa memperpanjang harinya di Bali.

Bandara Ngurah Rai masih akan tutup sampai 18 jam ke depan. Menpar Arief Yahya mengeluarkan beberapa instruksi kepada para jajarannya temasuk TTC Tim Crisis Center (Bali Tourism Hospitality), untuk segera cek semua persiapan menghadapi erupsi Gunung Agung.

(Baca juga : Dampak Erupsi Gunung Agung, 30 Penerbangan Citilink ke Bali Dibatalkan)

Instruksi pertamanya ialah mengecek ranah akomodasi. Terkait hotel, resort, dan penginapan lainnya sebagai tempat menginap para wisatwan yang gagal berangkat.

“Pastikan semua penumpang yang kena flight cancellations dan terpaksa check in kembali di hotel-hotel, diberi special rates, seperti up to 50 persen discounts!" kata Arief Yahya.

(Baca juga : Asita: Destinasi Bali Masih Banyak, Jangan Hanya Unggah Gunung Agung)

Setelah itu, ia pun menginstruksikan ranah akses, yaitu para maskapai yang mengalami pembatalan. Para maskapai diimbau agar tidak memberlakukan flight cancellation charge atau rescheduling charge.

Wisatawan menikmati pemandangan gunung dan danau di kawasan wisata Geopark Gunung Batur, Kintamani, Bali, Selasa (5/9/2017). Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada Juli 2017 mencapai 592.046 orang, meningkat 22,27 persen dibandingkan dengan Juli 2016 dan meningkat 17,44 persen dibanding Juni 2017 dengan mayoritas wisman berasal dari China, Australia dan India.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Wisatawan menikmati pemandangan gunung dan danau di kawasan wisata Geopark Gunung Batur, Kintamani, Bali, Selasa (5/9/2017). Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada Juli 2017 mencapai 592.046 orang, meningkat 22,27 persen dibandingkan dengan Juli 2016 dan meningkat 17,44 persen dibanding Juni 2017 dengan mayoritas wisman berasal dari China, Australia dan India.
“Airlines terutama yang low cost jangan kenakan flight cancellation charge atau rescheduling charge. Karena ini bukan kemauan para travellers, ini karena force majeur, faktor alam yang tidak bisa dihindari,” kata Arief Yahya.

Lalu bagi wisatawan yang terpaksa menginap lagi di Bali karena force majeur ini, tetapi kehabisan visa, Menpar mengimbau untuk mempermudahnya. Ia menginstruksikan untuk diberi perpanjangan hingga satu bulan.

“Apabila passpor turis visa sudah expire, otomatis diberi perpanjangan satu bulan. Mohon mereka diberi kemudahan, kenyamanan, untuk mengurus visanya,” kata Arief Yahya.

Dia mengimbau agar turis diberi kenyamanan baik mancanegara maupun nusantara, karena mereka sudah cukup tertekan akibat flight cancellation. Industri pariwisata diharapkan juga bisa memberi kesan simpati pada para wisatawan yang terjebak di Bali.

Petugas maskapai penerbangan memberi penjelasan kepada warga negara asing di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WIT karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Petugas maskapai penerbangan memberi penjelasan kepada warga negara asing di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin (27/11/2017). Bandara Ngurah Rai menutup semua penerbangan pada Senin mulai pukul 07.00 WIT karena terdampak abu vulkanis letusan Gunung Agung.
“Beri sweet memories agar mereka tidak kecewa dan akan kembali ke Bali yang ramah dan baik,” katanya.

Sejak tutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai pagi tadi, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono menginstruksikan pengalihan penerbangan domestik maupun internasional tujuan Denpasar. Untuk penerbangan yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke Bandara-bandara terdekat seperti Juanda, Makassar, Lombok atau Kupang.

“Data yang masuk sementara ini terdapat tujuh penerbangan yang sudah dialihkan. Update terkini akan kami sampaikan kemudian,” kata Wisnu. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.