Kompas.com - 01/12/2017, 09:11 WIB
Wisatawan di Pura Besakih yang berlatar belakang Gunung Agung meletus di Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017). ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAWisatawan di Pura Besakih yang berlatar belakang Gunung Agung meletus di Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017).
|
EditorI Made Asdhiana

SABANG, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya memprediksi target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun 2017 tidak tercapai. Erupsi Gunung Agung, Bali disebut-sebut sebagai salah satu yang membuat target awal yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata sebanyak 15 juta wisman meleset.

"Sedemikian rupa target kita kemungkinan hanya sampai 14 juta. Sampai September masih oke banget (kunjungan). Tapi ya udah mau gimana lagi," kata Arief saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Aceh, Kamis (30/11/2017).

(Baca juga : Bandara Ngurah Rai Tutup, Hotel di Bali Tawarkan Diskon hingga Perpanjangan Menginap)

Arief mengatakan erupsi Gunung Agung menjadi salah satu penyebab prediksi melesetnya target kunjungan wisman tahun 2017. Ia bersama jajaran staf Kemenpar sempat yakin target kunjungan tersebut tercapai.

"Tadinya 15 juta itu confident banget. Saya confident, Nia (Asisten Deputi Pemasaran Pasar Eropa, Afrika, Timur Tengah, Amerika Serikat Kementerian Pariwisata) confident. Tapi mau gimana lagi," kata Arief.

(Baca juga : Buktikan Bali Aman, Para Turis Selfie Berlatar Gunung Agung)

Ia sendiri memprediksi sebanyak 15.000 wisman gagal masuk ke Bali bila Bandara Ngurah Rai ditutup dalam satu hari.

Wisatawan asing dari Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017). Meletusnya Gunung Agung di Bali berdampak pada jumlah wisatawan dari Bali menuju Jawa melalui pelabuhan Ketapang meningkat 113 persen dari biasanya 1.112 penumpang, dan data PT ASDP Ketapang, peningkatan terbesar terjadi pada angkutan bus dan travel mencapai 807 persen atau 417 armada.ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA Wisatawan asing dari Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017). Meletusnya Gunung Agung di Bali berdampak pada jumlah wisatawan dari Bali menuju Jawa melalui pelabuhan Ketapang meningkat 113 persen dari biasanya 1.112 penumpang, dan data PT ASDP Ketapang, peningkatan terbesar terjadi pada angkutan bus dan travel mencapai 807 persen atau 417 armada.
Arief mengatakan Kementerian Pariwisata akan memfokuskan terhadap pelayanan wisatawan yang terdampak erupsi Gunung Agung. Hal itu menjadi langkah untuk menghadapi masa high season kunjungam wisatawan di Bali.

"Kalau high season, itu kita berkurang. Berkurang sangat besar. Karena yang ke Bali itu 40 persen yang direct. Untuk direct dan indirect sedang kita hitung. Indirect itu lebih dari 60 persen. Indirect itu artinya dari Jakarta baru ke Bali. Manado langsung ke Bali," katanya.

Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisman secara tahun kalender atau sepanjang Januari hingga September 2017 ke Indonesia mencapai 10,46 juta orang. Jumlah tersebut naik 25,05 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 8,36 juta orang.

Erupsi Gunung Agung pekan lalu menyebabkan Bandara Ngurah Rai ditutup beberapa hari. Untuk diketahui, secara resmi Bandara Ngurah Rai ditutup sejak Senin (27/11/2017) pukul 07.00 Wita sampai Selasa (28/11/2017) atau selama 24 jam.

Dari hasil pengamatan di Bandara Ngurah Rai, partikel abu sangat tipis pada pengamatan Senin (27/11/2017) pukul 05.30 Wita. Namun, ruang udara tertutup abu vulkanik sehingga otoritas penerbangan mengambil keputusan bandara ditutup selama 24 jam.

Wisatawan asing dari Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017). Meletusnya Gunung Agung di Bali berdampak pada jumlah wisatawan dari Bali menuju Jawa melalui pelabuhan Ketapang meningkat 113 persen dari biasanya 1.112 penumpang, dan data PT ASDP Ketapang, peningkatan terbesar terjadi pada angkutan bus dan travel mencapai 807 persen atau 417 armada.ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA Wisatawan asing dari Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017). Meletusnya Gunung Agung di Bali berdampak pada jumlah wisatawan dari Bali menuju Jawa melalui pelabuhan Ketapang meningkat 113 persen dari biasanya 1.112 penumpang, dan data PT ASDP Ketapang, peningkatan terbesar terjadi pada angkutan bus dan travel mencapai 807 persen atau 417 armada.
Kemudian, penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali diperpanjang 24 jam sampai Rabu (29/11/2017) pukul 07.00 Wita.

Perpanjangan penutupan Bandara Ngurah Rai untuk 24 jam sampai Rabu (29/11) dilakukan karena mempertimbangkan ruang udara bandara yang masih tertutup oleh sebaran abu vulkanik Gunung Agung sesuai dengan plotting Volcanic Ash Advisory Centre.
 
Kepala Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan sebanyak 445 penerbangan terdampak akibat penutupan Bandara Ngurah Rai di Bali. Jumlah tersebut merupakan perhitungan di awal Bandara Ngurah Rai ditutup.

Penerbangan yang terdampak itu terdiri dari 196 penerbangan internasional dan 249 penerbangan domestik. Dengan rincian, kedatangan internasional 97 penerbangan dan keberangkatan internasional 99 penerbangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.